METROPOS.ID, KAB.PEKALONGAN – Dalam rangka suasana hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, dilaksanakan acara silaturahmi antara ulama, umaro, TNI, Polri dan tokoh masyarakat pada Kamis (28/05/2020).
Acara bertemakan silaturahmi bersama Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Bupati Pekalongan beserta Forkopimda kepada Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat Kab. Pekalongan tersebut, antara lain melakukan kunjungan ke Koramil dan Polsek Kajen.
Dilanjutkan kunjungan ke tokoh-tokoh agama dari Kec. Kajen, Paninggaran, Kandangserang, Kesesi, Bojong & Sragi yang bertempat di Ponpes Bustanul Manshuriyyah Rowolaku Kajen asuhan KH. Muzaki.
Setelah dari Kajen, silaturahmi dilanjutkan ke Polsek Wonopringgo, Koramil Kedungwuni, dan Ponpes Mambaul Huda Pajomblangan Kedungwuni dibawah asuhan KH. Adib Karomi. Di Ponpes Mambaul Huda tersebut rombongan melakukan silaturahmi dan ramah tamah bersama para tokoh agama dari Kec. Buaran, Kedungwuni, Karangdadap, Wonopringgo, Doro, Talun dan Petungkriyono.
Dan sebagai pamungkas rangkaian kegiatan silaturahmi pada hari itu, rombongan melakukan silaturahmi ke Ponpes Al Amin di Kauman Wiradesa dibawah asuhan KH. Ahmad Fauzi Mahalli. Disana, rombongan melakukan ramah tamah dengan para tokoh agama dari Kec. Wiradesa, Wonokerto, Tirto, Siwalan dan Sragi.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yang hadir bersama jajarannya dalam sambutannya mengatakan Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan TNI/Polri dalam upaya mengatasi musibah COVID – 19 secara kuantitas bisa dikatakan berhasil karena tidak terjadi konflik.
“Kesempatan ini kita silaturahmi mengikuti saran para habib agar dimulai bagaimana kehidupan sosial pelan-pelan dipulihkan, sambil mengikuti perkembangan dari pemerintah. Jangan sampai adanya wabah COVID -19 ini masyarakat down, panik, tidak melakukan aktivitas apa-apa. Ini bisa rugi. Beliau sebagai tokoh dunia, punya inisiasi yang luar biasa menjalin hubungan umaro dan ulama dimulai dari kabupaten-kabupaten. Mudah-mudahan menjadi energi positif untuk recovery sosial ini,” ujar Bupati Asip.
Bupati juga menambahkan di Kab. Pekalongan sudah melakukan rapid tes massal di 6 pasar, hasilnya 5 yang reaktif.
“Mudah-mudahan ini menjadi bekal kita untuk terus ikhtiar,” lanjutnya.
Sementara itu Maulana Habib Luthfi dalam mauidhoh khasanahnya menerangkan pentingnya perkembangan ekonomi.
“Bagaimana ekonomi berkembang kembali dengan baik. Karena dengan perkembangan ekonomi yang baik akan mengurangi perbuatan yang negatif. Siraman-siraman rohaniyah diperlukan oleh publik,” tutur Habib Luthfi.
“Dengan barokah tali silaturahmi saya yakin akan menepis semua hal yang tidak kita inginkan. Pada siang ini kita memberikan percontohan silaturahmi antara umaro, ulama, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat sehingga bisa berkesinambungan menjadi suri tauladan untuk kita semua menghilangkan rasa kekhawatiran dan ketakutan. Itu yang penting sekali. Sebab bila masyarakat timbul ketakutan berlebihan, Coronanya sudah pergi , ketakutan masih ada, ini lebih berbahaya ke depannya. Bisa memicu perpecahan umat,” tambahnya.
Untuk itu menurut Habib Luthfi sudah kewajiban kita bersama bagaimana sebelum terjadi dan itu tidak kita harapkan.
“Ayo bareng-bareng kita tangkal supaya terhindar dari segala penyakit, bukan Corona saja, melainkan semua penyakit,” ajak Habib Luthfi. (Mit/Red).











Komentar