oleh

Pendapatan Anjlok Ditengah COVID -19, Usaha Kijing Makam Bertahan Tanpa Bantuan

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Dampak wabah COVID -19 merembet ke mana-mana. Sejak ditetapkan sebagai pandemi global, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terimbas hingga kehilangan pemasukan sama sekali.

Seperti yang dialami Winarno, pelaku sekaligus pemilik usaha kijing makam bernama “Solo Kijing” di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU ) Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura. Ia mengaku kelimpungan sebab pendapatannya tiap hari terus menurun.

Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga larangan mudik, membuat omzet pendapatannya menyusut hampir 80 %. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan 8  karyawan, ia harus memutar otak dengan menguras tabungan.

“Sebelum ada virus, dalam 1 tahun omzet kotor usaha saya bisa sampai Rp 800 – Rp 900 juta. Namun semenjak ada wabah, selama 4 bulan penghasilan saya menurun drastis. Tahun ini paling Rp 300 juta,” ungkapnya, saat ditemui, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, dampak tidak adanya pemudik pada Lebaran tahun ini, jumlah peziarah makam mengalami penurunan sangat signifikan. Selain itu, order pekerjaan pemugaran makam yang biasanya ramai mengiringi diawal Ramadhan juga ikut sepi.

“Biasanya dalam kondisi normal, saya setiap hari pasti ada proyek memugar makam. Sekarang, sudah 4 bulan berjalan, saya baru dapat 2 pekerjaan memugar makam. Itu saja salah satu makam yang dipugar milik keluarga teman saya sendiri,” ujarnya.

Atas kondisi ini, ia mengaku kecewa karena sampai saat ini belum pernah menerima sepeser pun bantuan dari pemerintah. Ia juga mempertanyakan mengapa hanya sebagian golongan masyarakat saja yang mendapat perhatian.

“Sampai saat ini, belum ada bantuan yang datang dari pemerintah. Dampak dari wabah ini menyeluruh, tapi kenapa yang dapat bantuan hanya sebagian. Tapi seperti usaha saya maupun sektor lainnya yang lebih parah tidak tersentuh,” sambungnya.

Meski begitu, sejak sosialisasi tatanan kehidupan baru atau new normal mulai digencarkan oleh pemerintah, Winarno mengaku kini mulai merasakan kembali adanya geliat ekonomi.

“Beberapa pemudik yang kemarin nggak bisa pulang berziarah, mulai ada yang datang. Mereka ada yang memberi order saya untuk memugar makam. Ya lumayanlah, setelah hampir 4 bulan ini menggangur,” imbuhnya.

Terpisah, Juru Kunci TPU Pracimaloyo, Wahyudi Agung P membenarkan bahwa musim ziarah tahun ini tak seperti tahun sebelumnya. Jumlah peziarah yang datang berdo’a dimakam menurun drastis hampir 85%.

“Biasanya yang datang berziarah itu warga dari luar kota, atau pemudik. Tapi tahun ini karena adanya larangan mudik, maka ada penurunan pengunjung makam,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed