METROPOS.ID, BLORA – Harapan baru bagi masyarakat perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur untuk mempercepat perputaran roda perekonomian maupun aktivitas lainnya. Setelah puluhan tahun masyarakat memimpikan adanya jembatan Sungai Bengawan Solo, akhirnya mimpi itu, mulai terwujud.
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bersama Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan jembatan Luwihaji (Bojonegoro, Jatim) – Medalem (Blora, Jateng), Rabu (1/7/2020).
Itu dilakukan sebagai tanda resmi dimulainya proyek pembangunan jembatan. Hasil kerjasama 2 kabupaten beda provinsi ini, yang akan menghubungkan wilayah Kecamatan di Blora bagian selatan (Kradenan, Randublatung, Kedungtuban, Jati), dengan wilayah Kecamatan di Bojonegoro bagian barat daya (Ngraho, Margomulyo, Tambakrejo).
Masyarakat dari kedua wilayah yang berseberangan pun menyambut gembira adanya kegiatan groundbreaking ini. Dengan mendatangi lokasi groundbreaking yang dilaksanakan di Ds. Luwihaji, Kec. Ngraho, Kab. Bojonegoro (Jatim).
“Jembatan Luwihaji-Medalem dibangun dengan anggaran dari APBD tahun 2020 dari Kab. Bojongoro dan Kab. Blora dengan total pagu anggaran Rp. 97.632.864.000,” ujra Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Kab. Bojonegoro, Retno Wulandari.
Pembangunan jembatan ini menurutnya, bertujuan untuk mendukung aksesbilitas masyarakat. Dengan harapan, dapat meningkatkan pergerakan masyarakat dan berdampak positif pada sektor ekonomi, sektor sosial, sektor jasa, pariwisata dan budaya. Serta diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
“Jembatan ini akan membentang sepanjang 200 meter, yang akan terdiri dari 4 pilar dengan menggunakan rangka baja. Lebar jembatan keseluruhan 9 meter, untuk jalan 7 meter, sehingga kanan kiri terdapat trotoar pejalan kaki masing-masing satu meter,” jelas Retno Wulandari.
Selain jembatan, menurutnya dalam proyek ini juga dilakukan pembangunan perkerasan jalan akses menuju jembatan dengan rigid beton bertulang selebar 7,5 meter, baik dari wilayah Blora maupun Bojonegoro.
Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, mengawali sambutannya mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro dan seluruh jajaran. Bahwa mimpi masyarakat Kab. Blora untuk memiliki jembatan akhirnya bisa terwujud.
“Mimpi mempunyai jembatan ini sudah lama, dan Alhamdulillah di era Bu Anna ini begitu beliau dilantik kami sowan kepada beliau, dan beliau langsung berkenan meninjau kesini dan tidak menunggu lama langsung diputuskan. Kami mewakili Bapak Bupati dan masyarakat Blora mengucapkan terimakasih,” katanya.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, kata dia, masyakarat di Kab. Blora mendapat berkah. Karena banyak warga Kradenan dan sekitarnya bisa semakin mudah memenuhi kebutuhan ekonomi dan pendidikannya.
“Banyak yang biasa berjualan ke Pasar Ngraho, begitu juga sekolah, banyak yang sekolah ke Ngraho termasuk ngaji. Dulu saat Bu Anna ke Medalem, ketika akan menyeberang pakai perahu bertemu seorang anak yang hendak berangkat ngaji. Ketika ditanya ngaji dimana, jawabnya ke Jawa Timur. Ada penjual kayu bakar, bahkan orang yang hendak silahturahmi ke mertua. Ini menandakan bahwa kedua wilayah telah terjalin hubungan ekonomi, pendidikan dan sosial yang erat,” ungkapnya.
Dengan adanya jembatan ini, dirinya berharap pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah bisa semakin baik.
Sinergi antara Blora dan Bojonegoro, diharapkan juga terus terjalin. Karena selain proyek jembatan ini, di Blora juga sedang ada proyek Bandara Ngloram yang dikerjakan Kementerian Perhubungan. Kemudian hari, Kab. Bojonegoro bisa menyumbang okupansi penumpang bandara.
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah dalam sambutannya menyampaikan, perencanaan pembangunan jembatan Luwihaji-Medalem juga atas persetujuan DPRD Kab. Bojonegoro.
“Pembangunan jembatan ini merupakan konsep pembangunan kawasan. Dengan dilaksanakannya pembangunan jembatan banyak hal positif dan membawa manfaat. Pemkab Bojonegoro akan terus berkoordinasi dengan Kab. Blora dan ingin terus mengajak warga bersama-sama sehingga apa yang menjadi suatu perencanaan besar kedua pemerintahan dapat segera diwujudkan,” ucapnya.
“Insyaallah kita bisa manfaatkan ini untuk ekonomi, sosial, budaya, keagamaan dan sebagainya. Termasuk kami juga akan mensupport bandara Ngloram, karena juga akan memperkuat sarana transportasi. Karena kita tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya. Cukup ke Blora untuk naik pesawat,” kata Bupati asal Tuban ini.
Pada kesempatan tersebut, Anna, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Sehingga pembangunan jembatan tersebut dapat terlaksana. Bupati juga berpesan agar pembangunan jembatan tersebut betul betul di awasi dan dicek, karena waktu tinggal 5 bulan.
“Time table harus betul-betul dihitung, semuanya harus disiapkan. Kalau bisa kerja 24 jam, pakai 3 sift. Kami yakin jika dari perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan, berjalan dengan baik, maka waktu 5 bulan itu bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Semoga Desember kita bisa resmikan, untuk nama nanti kita cari dulu dan minta masukan dari Pemkab Blora karena ini menghubungkan 2 wilayah Kabupaten,” pungkas Bupati Anna Muawanah. (Sam/Red).








Komentar