oleh

Wow…Gibran Dapat Rekom PDIP, Berhembus Lawan Kotak Kosong

-Pilkada, Solo-109 views

METROPOS.ID, SOLO – Seperti prediksi sejumlah pihak, DPP PDIP akhirnya menerbitkan rekomendasi bakal calon Walikota Solo dalam pilkada 2020 mendatang kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dengan calon wakilnya Teguh Prakosa.

Sebuah keputusan yang dinilai tidak mengejutkan bagi masyarakat Solo mengingat Gibran adalah anak orang nomor satu di Indonesia.

Bagi para pendukung calon pasangan dari DPC PDIP Solo, yakni Achmad Purnomo -Teguh Prakosa (PUGUH), terpilihnya Gibran sebagai calon walikota membuat dinamika Pilkada Solo tidak menarik lagi.

Pendukung dari berbagai elemen yang tergabung dalam relawan Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (GARUDA) ini menilai, gagalnya Purnomo mendapat rekom tidak lantas membuat mereka kecewa.

“Rekomendasi ini sesuai dengan prediksi berbagai pihak, terlepas dari penilaian kemampuan kepemimpinan figur sang calon. Sebagai anak Presiden, tidak mengejutkan jika Gibran dengan mudah mendapat rekomendasi sebagai calon walikota,” kata inisiator relawan GARUDA, BRM Kusumo Putro saat menggelar jumpa pers, Minggu (19/7/2020) sore.

Menanggapi rekom itu, menurut Kusumo, GARUDA menyatakan belum menentukan sikap kemana selanjutnya akan berlabuh, apakah akan tetap bersama dengan mengalihkan dukungan ke Gibran – Teguh, atau mengambil sikap lain.

“Dengan gagalnya PUGUH maka kami tidak otomatis bubar. Komunikasi dan konsolidasi antar elemen untuk menentukan sikap selanjutnya, akan kami lakukan dalam waktu dekat. Meski calon wakil Gibran adalah Teguh yang semula merupakan bakal calon wakil Purnomo, namun itu tidak menjadikan GARUDA otomatis berlabuh mendukung Gibran -Teguh,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Solo butuh figur seorang pemimpin yang memiliki sifat kebapakan, yang bisa memberi kesejukan dan menentramkan masyarakat. Figur yang kuat dan mandiri bukan figur terkenal karena hasil polesan media dan survey yang belum tentu kredibel.

“Dengan gagalnya PUGUH mendapat rekom, kami minta ma’af kepada masyarakat, khususnya yang tergabung dalam GARUDA, karena kami belum bisa memenuhi harapan untuk menghantarkan PUGUH sebagai pasangan calon pemimpin Kota Solo di masa depan,” ujarnya.

Mengingat saat ini berhembus kotak kosong bakal menjadi lawan Gibran – Teguh karena satu- satunya lawan yang akan  dihadapi dari calon independen hingga sekarang belum memenuhi syarat, maka Kusumo pun menyatakan hal itu sangat mungkin terjadi.

“Pembicaraan itu dari mulut ke mulut terus dibisikkan, bahkan di media sosial sudah mulai muncul ajakan untuk memenangkan kotak kosong. Ini adalah sebuah militansi perlawanan luar biasa. Jika tak segera disikapi dengan bijaksana, maka tidak mustahil kotak kosong mampu menumbangkan dominasi parpol dan keangkuhan penguasa,” tandasnya. (Naura/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed