METROPOS.ID, SEMARANG – Hingga saat ini program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) dinilai masih sangat dibutuhkan dan efektif untuk mendukung kebutuhan infrastruktur masyarakat. Dari sisi nilai kemanfaatannya semua masyarakat berpandangan sangat positif dan berharap TMMD digelar kembali tidak hanya di daerah mereka tetapi juga di daerah lain. Karena masih banyak wilayah di Jateng dan DIY yang butuh perhatian khusus untuk memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya secara keseluruhan sehingga semakin ideal. Walaupun TMMD Reguler ke-108 resmi ditutup akhir Juli 2020 lalu.
Selain meningkatkan infrastruktur secara fisik, TMMD juga terbukti mampu mewujudkan hubungan komunikasi yang semakin harmonis antara TNI dengan rakyat. Karena dalam interaksi pembangunan tersebut dibutuhkan kesadaran dan partisipasi yang kompak untuk membantu tugas negara dan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Seperti yang telah dilaksanakan di Ds. Tambakselo, Kec. Wirosari hasil program TMMD Reguler ke-108 Kodim 0717/Purwodadi, sudah maksimal untuk sarana transportasi. Warga mulai menikmati hasil jerih payah pembangunan selama sebulan penuh.
”Kalau untuk pejalan kaki dan kendaraan roda 2 sudah los. Boleh melintas. Namun untuk roda 4, belum kami perbolehkan dulu. Nunggu 2 pekan atau sebulan lagi,” ujar Kades Tambakselo, Sareh Joko Prasetyo.
Perbaikan jalan cor sepanjang 700 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,15 meter tersebut, kini sudah dinikmati warga untuk kelancaran berbagai aktivitas. Mulai dari pertanian, pendidikan dan ekonomi.
Selain pembangunan jalan di Purwodadi, penyelesaian program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TMMD Kodim 0725/Sragen yang menyasar rumah Mbah Kadiyem janda 77 Tahun juga sangat berkesan mendalam. Paska meninggalnya suaminya, rumah yang terletak di Dk. Sendang Mulya, Ds. Baleharjo, Kec. Sukodono itu sudah bertahun – tahun tidak pernah direnovasi.
“Jangankan buat bangun, buat makan saja cukup terpenuhi saja sudah Alhamdulillah,” tuturnya.
Selain karena faktor usia, profesinya sebagai petani serabutan sangat tidak memungkinkan lagi untuk mencari penghasilan.
“Semoga Allah akan membalas jasa dan perjuangan bapak-bapak TNI, serta selalu di beri kesehatan dan sukses dalam menjalankan tugas TMMD di desa sini,” harap Mbah Kadiyem yang diungkapkan dengan rasa penuh syukur.
Sementara itu program pengerjaan jembatan yang dilakukan oleh anggota satgas TMMD Reguler ke 108 Kodim 0729/Bantul di Ds. Sumberagung, Jetis, Bantul, kini hasilnya juga sudah dirasakan. Warga bersyukur dan berterimakasih karena sekarang jembatan penghubung sudah semakin bagus sehingga akses antar wilayah semakin mudah.
Lain di Bantul lain pula di Banyumas. Walupun TMMD Reguler 108 Banyumas telah usai, Serma Kowad Iska, Babinsa Wanita di Pasiraman Kidul dari Koramil 15/Pekuncen, Kodim 0701/Banyumas masih terus menjadi trigger dengan menularkan ilmunya tentang baca tulis Al Quran kepada anak-anak Dk. Semingkir, Petahunan.
Babinsa perempuan yang dipanggil Bu Guru ABRI oleh anak-anak Petahunan itu masih menyempatkan mengajar ditengah kesibukannya.
“Saya melihat mereka cerdas – cerdas, mereka hanya perlu sedikit sentuhan motivasi sehingga rajin belajar, karena adanya android berpengaruh banyak terhadap minat belajar mereka,” imbuhnya.
TNI sebagai bagian dari elemen bangsa yang mempunyai fungsi khusus sebagai alat pertahanan dalam Undang-Undang no. 34 tahun 2005 tentang TNI, menyebutkan dua pola operasi pokok TNI, yakni operasi perang dan operasi selain perang yang terbagi dalam beberapa bentuk kegiatan.
Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P., M.A.P. pada Selasa (4/8/2020) mengungkapkan bahwa keterlibatan TNI dalam bentuk partisipasi aktif terhadap sensifitas persoalan masyarakat yang dikemas dalam kegiatan TMMD, secara hukum telah dipayungi. Sehingga dengan segenap kemampuan yang dimiliki, TNI bisa memberikan kontribusi positif dalam membantu persoalan masyarakat.
“Sampai saat ini TMMD masih sangat dinanti oleh masyarakat. Ini terjadi karena seluruh masyarakat masih menerima dan menilai positif. Sebab keberadaan TNI dalam mengejar ketertinggalan pembangunan hingga sat ini terus berjalan secara efektif dan efisien”, pungkas Kapendam. (Awg/Dam/Red).











Komentar