METROPOS.ID, DEMAK – Perangkat Desa Temuroso, Teguh Ali bersama Babinsa yang juga anggota Koramil 10/Guntur Sertu Rajikan melaksanakan pendampingan tim Puskesmas Guntur I dalam contact tracking di Desa setempat, Senin (3/8/2020) kemarin.
Tim yang dipimpin oleh dr Rois Saidah ini, mendata keluarga yang melakukan kontak erat dengan pasien terduga COVID -19. Pendataan ini sendiri merupakan salah satu cara untuk mengendalikan wabah yang tengah terjadi yang dilakukan oleh petugas kesehatan.
Contact tracking yang dilakukan oleh tim medis ini untuk mengetahui siapa saja yang telah bertemu dengan almarhumah, yang bertujuan memudahkan petugas kesehatan untuk mengambil tindakan dalam deteksi dini penyebaran COVID -19, ungkap Sertu Rajikan.
Setelah dilakukan contact tracking, Tim medis meminta kepada pihak keluarga almarhumah, untuk melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, dengan tidak melaksanakan kegiatan apapun di luar rumah, terlebih berinteraksi dengan warga lain.
Mereka diminta untuk isolasi mandiri di rumah. Ini semua untuk mengantisipasi penyebaran virus, imbuhnya.
Sebelumnya, almarhumah sendiri merupakan salah seorang warga yang dirawat di Klinik Safana Medina Ds. Bogosari, mulai Senin (27/7/2020) hingga Sabtu (1/8/2020) lalu. Karena tidak ada perubahan, almarhumah dirujuk ke RSUD Wongsonegoro. Dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (2/8/2020) malam.
“Menurut keterangan dari tim medis, hasil swab almarhumah belum keluar. Jadi saya imbau warga tidak menyimpulkan sendiri – sendiri, sehingga tidak menyebabkan beban moral keluarga almarhum. Untuk hasil positif atau negatif, kita tunggu saja dari pihak yang berwenang,” tandasnya. (Adi/Dim/Red).











Komentar