METROPOS.ID, SALATIGA – Dalam rangka menyambut tahun baru 1 Muharam 1442 H atau yang di kenal masyarakat Jawa dengan istilah malem satu Suro, Sangar Seni Sembogo Laras (S3L) dibawah binaan Sangar Seni Bibasari gelar tasyakuran bersama di pelataran rusun nawa Cabean TB 2 L1 no 20 Perumdis, Kota Salatiga sekira pukul 20.30 Wib.
Dalam acara tasyakuran tersebut hadir penasehat S3L Didik Indaryanto, Winardi, Pembina Maksum Syarif, Sekretaris Affania Yuniar Musana, Bendahara Happy Anggraeni dan anggota S3L.
Adapun tujuan di gelarnya tasyakuran adalah menjalankan tradisi malam suronan dengan berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar S3L mendapatkan keselamatan dan dapat berkembang lebih maju untuk bisa mengharumkan nama Salatiga melalui Seni Budaya. Adapun kesenian yang S3L naungi yaitu Jaranan, Karawitan, Pedalangan, Sendra tari, Campur sari dan masih banyak lagi kesenian -kesenian yang bertajub budaya Jawa.
Dalam rangkaian acara tersebut penasehat S3L secara simbolis memotong tumpeng dan memberikannya kepada senior koordinator S3L Erick Syah Ferdian sebagai tanda wujud sukur agar S3L tetap jaya.
Dalam sambutannya penasehat S3L selain memberikan tuturan pengertian arti suronan pembina S3L juga memberikan arahan kepada anggota S3L tentang bagaimana bisa mengembangkan dan mempertahankan budaya kesenian Jawa khususnya Salatiga agar tetap ada dan tidak punah.
Winardi selaku penasehat S3L juga mengapresiasi, memberikan semangat, dan dukungannya kepada anak didiknya agar selalu belajar, berusaha, bekerja keras dan berdoa untuk bisa mengembangkan kesenian budaya Jawa khususnya kesenian yang ada di Salatiga agar bisa dikenal di Nusantara.
“Saya berharap dengan datangnya tahun baru ini, Sanggar Seni Sembogo Laras akan tetap berkarya untuk bisa mengharumkan nama Salatiga melalui Seni Budaya”, ujar Ketua S3L Eko Purwanto. (Nang/Red).











Komentar