METROPOS.ID, DEMAK – Mendadak kawasan Alun-alun Simpang 6 khususnya jalur menuju KPU Demak ditutup untuk umum, Kamis (27/8/2020). Tak hanya di larang melintas, masyarakat pun dilarang mendekat untuk menghindari jatuhnya korban amuk massa.
Sekitar pukul 09.00 WIB, ribuan massa menggelar unjuk rasa. Mereka memprotes kinerja KPU dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Demak yang disebutkan penuh kecurangan.
Meski longmarch para demonstran sempat dikawal petugas kepolisian, namun massa berubah anarkis saat keinginan mereka ‘mengadili’ Ketua KPU Demak terhalang. Tak hanya membakar ban, sebagian pengunjuk rasa bahkan nekad menyerang regu dalmas yang disiagakan Kapolres AKBP Andhika Bayu Adittama mengamankan KPU Demak.
Hingga pasukan anti huru – hara terpaksa diturunkan untuk membubarkan massa. Selain itu, rantis water cannon dukungan Polres Kudus juga diturunkan untuk menghalau massa yang semakin tak terkendali.
Cerita di atas adalah Simulasi Sispamkota Polres Demak dalam rangka menghadapi situasi kontijensi konflik sosial itu pun ditutup dengan keberhasilan gabungan personel Polri, TNI dan Satpol PP menggagalkan aksi massa menyerbu KPU Demak. Hingga situasi Kota Wali kembali kondusif, aman dan terkendali pasca penyelenggaraan Pilkada 2020.
Sehubungan itu Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adittama menjelaskan, meski tidak ingin kontijensi terjadi namun personel Polri, khususnya dalam pengamanan pemilu harus dilatih kesiapannya. Ada kekurangan adalah hal biasa. Maka itu akan terus berlatih. Simulasi sispamkota wajib dilakukan sebagai latihan untuk merefresh. Sebab dibutuhkan kemampuan dan kesiapan personel pengamanan gabungan sesuai SOP. Yakni Polri, TNI, Satpol PP serta linmas sehingga sinergi.
“Simulasi ini pencerahan bagi anggota seandaianya ada masyarakat tidak terima hasil Pilkada. Mulai dari menghadapi massa secara persuasif tanpa alat sampai tindakan tegas ketika ada perlawanan atau anarkis,” kata Kapolres.
Berkaitan daerah rawan, Kapolres AKBP Andhika memastikan di Kab. Demak tidak ada. Namun siaga pengaman sesuai protap tetap dilakukan. Sebab sekecil apa pun potensi kerawanan tidak boleh underestimate atau diremehkan.
“Kami harapkan masing – masing personel menguasai dan bertindak sesuai SOP yang sudah dilaksanakan dalam Sispamkota ini. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan kita dalam rangka menghadapi pilkada di Kab. Demak yang akan datang,” pungkasnya. (Adi/Hms/Red).










Komentar