METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Pasar induk Wiradesa akan segera dibangun dengan total anggaran Rp. 92 milyar pada bulan Oktober mendatang, para pedagang secara simbolis dipindahkan ke pasar darurat Wiradesa pada hari ini, Rabu (23/9/2020).
Nampak hadir Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kab. Pekalongan Ir. Hurip Budi Riyantini, Camat Wiradesa, Ketua paguyuban pasar Wiradesa dan sejumlah pedagang.
Pasar induk Wiradesa mulai dibangun pada awal bulan Oktober 2020 mendatang dengan total anggaran Rp. 92 milyar yang bersumber dari APBN melalui Perpres No.79 Tahun 2019, dimana sesuai Perpres tersebut Kab. Pekalongan mendapatkan bantuan senilai Rp. 3,5 triliyun yang dialokasikan untuk pembangunan daerah.
Dikatakan Bupati pembangunan pasar induk Wiradesa ini direncanakan akan memakan waktu 2 tahun karena pembangunanya akan dilakukan sesuai instruksi Kementrian Perdagangan pusat dengan model pasar yang mengedepankan aspek keselamatan, keindahan, sirkulasi udara yang memadai dan hijau. Oleh karena itu Bupati berharap pembangunan ini dapat dilakukan sesuai harapan supaya pasar induk Wiradesa menjadi pasar terbaik di Indonesia.
‘’Insyaallah nanti bulan Oktober-November pasar induk ini akan kita pindah semua. Hari ini kita slametan, supaya pindahnya pedagang dari pasar induk ke pasar darurat berjalan lancar,’’ kata Bupati.
Bupati juga berharap dengan akan dipindahkanya para pedagang ke pasar darurat, keamanan, keselamatan serta protokol kesehatan harus tetap diperhatikan supaya para pengunjung bisa tetap nyaman untuk berbelanja ke pasar darurat nantinya.
‘’Jangan lupa keamanan serta protokol kesehatan tetap dilaksanakan, supaya pendapatan tetap stabil walaupun di pasar darurat,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Disperindagkop dan UMKM Kab. Pekalongan Ir Hurip Budi Riyantini menambahkan bahwa pemindahan para pedagang pasar Wiradesa ke pasar darurat akan dilakukan secara bertahap yang akan dimulai pada tanggal 25 September 2020.
Adapun untuk jumlah total pedagang yang akan dipindahkan sendiri, Riyantini mengungkapkan bahwa ada 1998 pedagang yang masuk rincian database dengan rincian ruko 46, kios 212, los 1124, dan beceran sejumlah 216.
Untuk penataanya sendiri, lanjut Riyantini, akan dibagi menjadi 2 zonazi dagangan dengan pengemlompokan dagangan basah dan kering.
‘’Rencana pemindahan pedagang pasar darurat dimulai dari tanggal 1-11 Oktober 2020 dengan cara bertahap dengan model penataan yang dibagi menjadi 2 kategori,’’ imbuhya. (Mit/Red).












Komentar