oleh

Tragis…Warga Blimbing Wuluh – Siwalan 7 Tahun Huni Rumah Tak Layak Huni

PPMETROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN -Setelah 7 tahun numpang di rumah warga yang tak layak huni, pasangan Muhayadin (38) dan Rosiana (30) warga Dk. Blimbing Lor, RT. 2/RW. 2, Dw. Blimbing Wuluh, Kec. Siwalan, akhirnya bisa menempati rumah baru. Adapun  relokasi rumah dilakukan oleh warga secara gotong royong.

Rumah yang dihuni Muhayadin bersama istri dan dua anaknya, Ahmad Sidik dan Shinta dipindah karena sudah tidak layak lagi ditempati. Karena  jika turun hujan lebat selalu bocor, bahkan rumah pagar terbuat dari gedhek anyaman bambu dengan berlantai tanah.

Kondisi rumah yang cukup memprihatinkan, membuat sejumlah warga sekitar kemudian melaporkan ke pihak desa setempat. Itu dilakukan supaya tempat tinggal itu segera dipindah lantaran kondisinya memprihatinkan. Mendengar laporan tersebut, Kades Blimbing Wuluh, Riyanto lalu datang dan menyaksikan kondisi rumah tersebut.

”Memang benar, sejumlah warga melaporkan soal kondisi rumah Muhayadin dan setelah saya lihat, perlu dipindah dan dibuatkan rumah baru, yang penting layak dihuni,” ungkapnya saat dilokasi.

Kemudian dirinya berembug dengan para perangkat desa maupun warga yang tinggal di Dk. Blimbing Lor, bagaimana menyikapi permasalahan tersebut. Akhirnya disepakati, salah satu warganya ini harus pindah rumah dan proses pemindahannya dilakukan secara gotong royong, baik soal tenaga maupun anggaran untuk keperluan membangun rumah. Sekitar 3 hari lalu, proses pembongkaran rumah pun direalisasikan dan hari berikutnya dilanjutkan pembuatan rumah yang lokasinya berada di salah satu tanah pekarangan yang berdekatan dengan keluarga Bapak dua anak ini.

Menurut Riyanto, sebelumnya Muhayadin kukuh tidak mau pindah rumah karena ada beberapa alasan. Namun setelah dipaksa dan diberi pengertian, kemudian mau mengikuti sarannya.

Dengan dipindah Muhayadin mengaku bersyukur dan gembira bisa dibuatkan tempat tinggal baru, meskipun tanah itu bukan miliknya pribadi. Selain terbebas dari kebocoran jika hujan, soal listrik maupun air untuk aktifitas setiap hari juga tidak ada masalah sehingga ke depan akan merasa nyaman.

”Terimakasih kepada pihak desa dan warga di sini yang mau membantu secara gotong royong membongkar dan membangun rumah kami,” paparnya.

Kabar tentang adanya warga Ds. Bilmbing Wuluh terdengar oleh pasangan anggota DPRD Kab. Pekalongan, Candra Saputra – Shinanta Previta Anggareani yang dikenal selalu membantu warganya yang kesusahan. Mereka kemudian datang ke Dk. Blimbing Lor dan saat itu masih dilakukan persiapan pembangunan rumah. Keduanya pun lalu menemui Muhayadin dan menanyakan beberapa hal terkait masalah tersebut.

Menurut Candra, desa itu berada di Kec. Siwalan yang merupakan salah satu daerah pemilihannya (dapil) dalam Pemilu legislatif lalu. Karena sekarang dirinya terpilih dan menjadi anggota dewan, maka hal ini sangat prihatin. Melihat nasib Muhayadin seperti itu, sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk memberikan suport dan bantuan kepada yang bersangkutan.

”Mungkin bantuan yang kami berikan tidak seberapa namun yang penting adalah niat kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja dari Kades dan perangkatnya serta warga sekitar yang sangat peduli dan memperhatikan kondisi salah satu warganya. Semoga, setelah menempati rumah barunya, Muhayadin akan semakin bersemangat dalam mencukupi kehidupan keluarganya dan lebih tenang dalam kesehariannya, yakni tidak khawatir kebocoran kembali. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed