Saat Pelatihan E-Comerce di Hotel Horison
METROPOS.ID, KAJEN – Menurunnya hasil produksi warga Kota Santri akibat Pandemi COVID -19, membuat dunia usaha lesu. Guna menanggulangi hal itu dan meningkatkan kembali pemasaran, pelaku UMKM dilatih memanfaatkan E-Comerce atau penjualan melalui internet. Pelatihan E-Comerce atau perdagangan melalui elektronik merupakan kerjasama antara Kementrian Perdagangan dan Disperindagkop UKM Kab. Pekalongan. Yang diikuti 50 peserta, di Hotel Horison selama 4 hari sejak, Selasa (1/12/2020).
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI, Nina Mora menyampaikan bahwa dimasa pandemi COVID -19 seperti sekarang, hampir sebagian sektor terkena dampaknya. Seperti dibidang perdagangan, khususnya pelaku UMKM. Usaha mereka dalam memasarkan hasil produksinya secara langsung ke masyarakat mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Untuk itu agar tetap bisa menjalankan usaha guna memenuhi kebutuhan hidupnya, maka pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan E-comerce. Apalagi melihat banyaknya potensi produk UMKM di Kab. Pekalongan ini sangat disayangkan apabila tidak ada perhatian dari pemerintah setempat dengan nasib para pelaku usaha,” ujarnya kepada sejumlah awak media usai melakukan pembukaan acara tersebut.
Melalui kegiatan ini, paling tidak mereka bisa mengetahui dan menerapkan bagaimana sistem pemasaran hasil produksinya secara online.
Dengan demikian, sambil memasarkan dagangannya secara langsung, mereka juga bisa melakukannya secara online yang jangkauannya lebih luas. Hal ini sesuai dengan tujuan pemerintah dalam menciptakan atau mengeluarkan peraturan pemerintah mengenai perdagangan secara online, yakni memberikan kesempatan kepada produk-produk lokal supaya bisa ekspor ke luar negeri Pelatihan tersebut juga merupakan salah satu perhatian dari pemerintah pusat terhadap pelaku UMKM di tanah air. Bukan hanya bantuan uang guna membantu mereka, namun dari sisi lain seperti peningkatan SDM juga perlu dilakukan.
KaDisperindagkop UKM Kab. Pekalongan, Hurip Budi Riyantini mengakui, UKM di masa pandemi memang yang paling terdampak. Mudah-mudahan, dengan adanya kegiatan tersebut bisa membantu mereka dalam memasarkan usahanya.
”Saya berharap, bagi peserta pelatihan E – Comerce agar bisa memberikan bimbingan kepada rekan pedagang lainnya, minimal 20 orang,” tandasnya.
Ditambahkan selama ini sejumlah pelaku UMKM di Kab. Pekalongan sudah ada yang ekspor, namun melalui perantara. Hasil produk yang dikirimkan beragam dan hampir semuanya merupakan pakaian jadi seperti baju muslim yang dikirim ke Malaysia dan Brunei. Tapi dengan sistem perdagangan elektronik, mereka akan semakin luas dalam memasarkan dagangannya sehingga harapannya pedagang di Kab. Pekalongan bisa menerapkannya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kab. Pekalongan Candra Saputra, sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebab pelatihan yang didukung oleh Kementerian Perdagangan akan berdampak bagus untuk masyarakat Kab. Pekalongan, terutama pelaku UMKM.
”Kami dari dewan akan menyiapkan dana melalui APBD untuk membuat pelatihan-pelatihan seperti ini,” ujarnya.
Karena selama ini untuk pedagang kecil dan menengah di wilayah kerjanya ada sekitar 44 ribu orang dan saat ini yang ikut pelatihan masih sangat kecil. Ke depan, dengan dianggarkannya program pelatihan seperti ini, maka bisa mencakup semuanya, sehingga UMKM di Kab. Pekalongan akan semakin meningkat.
“Kali ini sudah berangkat 50 pelaku UMKM yang dibekali ilmu, nanti kedepan akan bertambah untuk bisa meningkatkan UMKM yang ada di Kab. Pekalongan,” tambahnya. (Mit/Red)











Komentar