Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP
Korban di ketahui bernama Puji Mukholik Bin Sarimin (37) yang sudah meninggal dunia tergantung di tiang kuda – kuda penyangga atap rumah ruang dapur.
Menurut keterangan di lokasi kejadian, korban pertama kali di temukan oleh Iskak pada pukul 17.00 WIB. Saat saksi hendak mengajak kontrol berobat ke dokter Pratek Spesialis Penyakit Dalam dr. Topik di Klipang, Semarang. Namun ternyata korban sudah tewas tergantung dengan tali nilon yang di ikatkan di tiang kuda – kuda penyangga atap rumah.
Sementara itu begitu mendapatkan laporan dari warga sejumlah anggota Polsek Mranggen bergerak mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Pada kesempatan itu Kapolsek Mranggen Iptu M. Sigit Hadi Kiswanto, SE yang datang bersama Kanit Reskrim dan anggotanya ke TKP mengatakan bahwa Korban sebelumnya mempunyai penyakit infeksi paru -paru dan sudah berobat serta rawat inap selama 3 hari di RSUD Sultan Fatah Karangawen setelah itu di perbolehkan pulang kerumah tetapi korban meminta isolasi mandiri di rumah kosong milik saudaranya dengan hasil Swab negatif COVID -19.
“Dugaan awal penyebab korban mengakhiri hidupnya karena frustasi dengan penyakitnya,” katanya.
Adapun dari keterangan Medis dr Luluk Ul Maknun selaku dokter Puskesmas Mranggen III menerangkan tidak ada tanda – tanda kekerasan dan korban meninggal dunia murni gantung diri karena pada leher korban masih ada bekas lilitan tali dan kemaluan korban mengeluarkan sperma serta pada anus mengeluarkan kotoran. Keluarga korban menerima kejadian itu yang meminta segera bisa di kebumikan di TPU di Desa setempat.
“Orang tua korban menerima dengan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi dan segera di kebumikan,” pungkasnya. (Adi/Sek/Red).












Komentar