oleh

Waduh, Bupati Sukoharjo Ribut Dengan Pedagang Ada Apa?

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mendatangi warung makan yang tidak mematuhi aturan sesuai SE tentang PSBB/PPKM di Sukoharjo, tutup pada pukul 19.00 WIB (foto Istimewa)

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Keributan antara pedagang sekaligus pengelola sebuah warung makan dengan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya terjadi saat pelaksanaan operasi penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah Dompilan Jl Jenderal Sudirman Sukoharjo Kota, Rabu (13/1/2021) malam.

Bupati terpaksa turun tangan langsung menutup operasional warung tersebut setelah pengelolanya ngotot bertahan dengan menyampaikan sejumlah argumen kepada petugas gabungan yang lebih dulu datang. Pengelola warung meminta agar selama PPKM di Sukoharjo, jam operasional usaha warung makan diberi kelonggaran agar pedagang bisa mengais rejeki.

Pengelola warung bernama Abel yang mengaku membuka usaha dengan modal patungan bersama teman-temannya ini meminta agar aturan pembatasan cukup diberlakukan untuk jumlah maksimal pengunjung 25 % dari kapasitas tampung tempat usaha, dan jaga jarak tempat duduk minimal 1,5 meter sesuai ketentuan protokol kesehatan (prokes).

“Loh, kamu kok ‘wani’ (berani-Red) ngatur pemerintah, (kamu) itu siapa?,” kata Bupati saat datang menemui langsung pengelola warung, seperti terlihat dalam tangkapan gambar video yang beredar di masyarakat.

Bupati yang datang sekira pukul 20.30 WIB, tegas menyampaikan agar pengelola warung yang melanggar aturan melewati batas jam operasional pukul 19.00 WIB tersebut, segera tutup sesuai Surat Edaran (SE) Bupati tentang PSBB/PPKM yang berlaku dari tanggal 11-25 Januari untuk mencegah penyebaran wabah COVID -19.

Kepada wartawan usai kejadian ribut dengan Bupati, Abel mewakili teman – temannya yang terlibat dalam usaha membuka warung mengaku sebelum Bupati datang, ia sudah diminta menutup warung oleh petugas gabungan yang datang sekira pukul 19.30 WIB. Sempat ada adu argumen dengan petugas dari Satpol PP.

“Saya minta tolong agar dijembatani ketemu langsung dengan Pak Wardoyo (Bupati-Red), sukur bisa datang kesini sendiri. Terus beberapa waktu kemudian sekira pukul 20.30 WIB Pak Wardoyo yang turun sendiri kesini,” paparnya, Kamis (14/1/2021).

Terpisah, Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya bersama petugas gabungan telah menutup paksa warung makan yang nekat beroperasi pada malam hari melewati batas ketentuan di masa PSBB/PPKM.

“Itu sudah kami peringatkan 3 kali, tapi masih nekat terus (beroperasi melewati batas jam operasional). Ini masih kami kaji dulu. Kalau sudah melawan petugas, itu masuk pidana umum ranahnya Polri,” tandas Heru. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed