Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Ali Mursyid WM saat melepas peserta KKN periode II Tahun 2021 secara daring (Foto Naura)
Dalam program KKN periode II Tahun 2021 di masa pandemi COVID -19 ini, mahasiswa secara mandiri akan diterjunkan dilingkungan masing – masing tersebar di 7 Provinsi, yaitu NTT, Jambi, Jabar, Jatim, Jateng, NTB dan DIY.
“Jadi KKN di masa pandemi yang pertama dulu penekanannya adalah membelajari masyarakat masalah Prokes. Sekarang karena pandemi hampir satu tahun berjalan membuat banyak anak – anak sekolah dan orang tua stres, maka temanya kami geser tentang pembelajaran di masa pandemi,” jelas Rektor.
Sebelum terjun ke masyarakat, mahasiswa peserta KKN mengikuti pembekalan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting bersama nara sumber berkompeten di bidang pendidikan. Materi pembekalan diantaranya tentang metode memotivasi semangat belajar anak – anak di masa pandemi.
“Kebetulan, salah satu pematerinya disertasinya itu tentang metode pembelajaran yang menyenangkan hingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Ini sesuai dengan kondisi pandemi saat ini dimana anak – anak mulai jenuh belajar daring, dan orang tua juga mulai stres membimbing anaknya,” papar Rektor.
Selain materi menumbuhkan semangat belajar, peserta KKN juga dibekali tentang metode trauma healing untuk mengembalikan semangat belajar anak – anak akibat terlalu lama diam dirumah setelah pembelajaran tatap muka di sekolah di tiadakan selama pandemi.
“Ketika anak – anak ini sudah menjauhi belajar, maka ini bisa diartikan sudah ada trauma. Maka dalam pembekalan kami hadirkan pemateri untuk membekali mahasiswa peserta KKN terutama dari Prodi Bimbingan dan Konseling tentang metode trauma healing,” ujar Rektor.
Mengingat wabah COVID -19 masih menjadi ancaman kesehatan, peserta KKN yang berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat juga dibekali tentang seluk beluk pandemi agar dapat di informasikan kepada masyarakat ditempat lokasi KKN.
“Tehnik laporan KKN kami ubah, tidak lagi berorientasi pada buku laporan tapi laporan kegiatan dari hasil dokumentasi kegiatan dalam bentuk video atau foto yang di upload melalui sistem KKN Univet seminggu dua kali. Kemudian juga harus menghasilkan video kreatif yang diunggah ke Youtube. Nah itu nanti yang akan digunakan sebagai basis penilaian KKN kali ini,” imbuh Rektor.
Sementara, Koordinator Pembekalan KKN Periode II Tahun 2021, Harsono menambahkan, KKN mandiri merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh kampus sebagai bagian dari adaptasi dan inovasi agar kegiatan kemahasiswaan dapat terus berjalan dengan tetap mengedepankan penerapan prokes.
“Tema KKN kali ini adalah “Pendidikan Masyarakat Dimasa Pandemi COVID -19″ karena rata – rata peserta KKN adalah mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tema itu kami pilih untuk lebih menajamkan program KKN, dimana dari total 393 peserta hanya 16 mahasiswa saja yang berasal dari non FKIP,” paparnya.
Dalam pembekalan yang digelar selama dua hari ini, ada 7 materi yang diberikan, diantaranya disampaikan oleh pemateri tamu yakni, Achmad Buchori dari Universitas PGRI Semarang tentang strategi pembelajaran inovatif di masa pandemi. Sedangkan untuk materi lainnya di sampaikan oleh dosen internal Univet Bantara sendiri.
“Dan untuk target, dari tim pembekalan memiliki semacam gagasan kepada peserta KKN agar membuat Rumah Cerdas Univet Bantara (RCU) d tempat KKN masing – masing. Gambaran RCU ini semacam rumah belajar bagi anak – anak dengan tetap mengedepankan prokes. Semacam bimbingan belajar tapi tidak boleh lebih dari 5 orang pesertanya,” pungkasnya. (Naura/Red)












Komentar