oleh

“Ideas are your only currency,” Kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR. H. Abdul Fikri Faqih

-News-0 views

Saat penandatanganan MoU antara Politeknik Purbaya dengan Pemkab Tegal

METROPOS.ID, TEGAL – Politeknik Purbaya Tegal, gelar kuliah umum seputar ekonomi kreatif yang di isi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM, bersama Bupati Tegal Hj. Umi Azizah dihadapan kurang lebih 500 peserta yang hadir secara fisik maupun virtual, Rabu, (24/2/2021).


Kuliah umum digelar sesaat setelah acara penandatangan MoU kerjasama antara Politeknik Purbaya dengan Pemkab. Tegal dalam pengembangan Politeknik Teknopreneur. 


Di hadapan peserta stadium general, Fikri menyampaikan, di era internet of things saat ini gagasan adalah yang paling utama. “Ideas are your only currency,” katanya, mengutip Rod Junkins. 


Fikri menambahkan, sebagai kampus vokasi, Politeknik Purbaya tidak boleh berhenti melakukan terobosan -terobosan untuk memberikan sumbangsih bagi Kab. Tegal. 


“Kampus harus bisa menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, yang certified, yang siap menghadapi dunia usaha dan industri, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” imbuhnya. 


Di era ketidakpastian ini, lanjut Fikri, rumus sukses itu tetap sama, yakni gabungan antara kapasitas dan integritas. 


“Dalam bahasa yang lebih relijius, integritas bisa kita maknai takwa,” jelasnya.


Fikri Faqih juga mengapresiasi langkah Bupati Tegal Umi Azizah yang melibatkan perguruan tinggi lokal sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kab. Tegal. 


Senada dengan Fikri, Bupati Tegal Dra. Hj. Umi Azizah juga mengapresiasi langkah Politeknik Purbaya yang turut membantu pemerintah dengan melakukan pendampingan 16 desa untuk digali potensi terbaiknya sekaligus mengenalkan produk unggulan dengan memanfaatkan IT. 


Ia juga mendorong Politeknik Purbaya untuk terus berinovasi agar produk lokal di Kab. Tegal bisa bersaing di dunia internasional. 


“Salah satu perilaku positif yang perlu dibangun kita menghargai produk lokal dan memikirkan caranya agar bisa bersaing di kancah global,” terangnya.


Sementara itu Direktur Politeknik Purbaya Supangat S.Sos, M. Si menyampaikan saat ini pihaknya tengah melakukan pendampingan 16 desa di Kab. Tegal. 


“Kami berharap langkah ini bisa menjadi solusi atas persoalan pembangunan di Kab. Tegal serta implementasi dari gagasan yang bertumpu pada 3 pilar (triple helix), yaitu pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” tutupnya. (Har/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed