Mohammad Toha, anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB (foto Naura)
METROPOS.ID, SUKOHARJO – Polemik larangan mudik dan pembukaan tempat wisata mendapat sorotan anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Mohammad Toha.
Mantan Wabup Sukoharjo 2 periode (2000-2010) ini menilai larangan mudik dan pembukaan wisata sebuah kebijakan kontra produktif, atau tidak nyambung.
“Mudik itu kan sebenarnya sebuah budaya turun menurun, Menurut saya tidak bisa ditinggalkan, karena mudik itu sebagai wujud penghormatan kepada orang tua, keluarga, dan sanak saudara untuk menyambung silaturahim,” kata Toha, Selasa (6/4/2021).
Dalam konteks agama tidak saja dalam agama Islam, menyambung tali silaturahim dalam mudik itu sudah menjadi tuntunan. Oleh karena itu, Toha berpandangan kebijakan larangan mudik semestinya tidak diberlakukan secara kaku, atau harga mati tanpa ada alternatif solusinya.
“Misalnya kalau tujuan mudiknya itu lokasi daerahnya, entah itu kota atau desa masih mengalami pandemi Covid-19 luar biasa, atau zona merah. Untuk daerah seperti itu, mungkin tidak dihimbau menjadi tujuan mudik atau dilarang,” ujarnya.
Sesuai prosedur penanganan pandemi, siapapun yang berada di daerah zona merah tidak boleh keluar, dan bagi pendatang yang akan masuk juga dilarang. Tapi kalau himbauan larangan mudik secara umum berlaku untuk semua daerah, menurut Toha tidak tepat.
“Semestinya relatif saja, kalau tujuan mudik itu daerah tujuannya sudah zona hijau mestinya tidak ada masalah. Maka selama bulan puasa nanti, kita harus benar- benar menjaga Prokes supaya pandemi ini tidak berbahaya di semua daerah,” ucapnya.
Menyinggung tentang kebijakan pembukaan sejumlah tempat wisata disaat mudik dilarang, Toha mengatakan, kebijakan tersebut kontra produktif. Jika pembukaan tempat wisata dikaitkan dengan masa libur lebaran maka akan menjadi sia-sia.
“Mudik lebaran itu erat hubungannya dengan wisata, kalau mudik saja dilarang lantas siapa yang akan datang ke tempat wisata. Menurut saya kalau pembukaan tempat wisata hanya untuk hari libur biasa tidak ada masalah, tapi kalau dikaitkan dengan mudik, itu tidak pas,” tandasnya. (Naura/Red)
Komentar