oleh

Orientasi Wartawan Di Gelar Oleh FWLJ Dan PWI Jateng

-Semarang-186 views

Saat kegiatan orientasi wartawan di Balaikota Semarang

METROPOS.ID, SEMARANG – Setidaknya ada 45 Wartawan dari berbagai media, baik itu cetak, online dan elektronik mengikuti Orientasi Kewartawanan yang di gelar oleh FWLJ (Forum Wartawan Lokal Jawa Tengah) bersama PWI Jateng di Gedung Moch Ihsan, Ruang Lokakrida lantai 8 Balaikota Semarang, Sabtu (10/4/2021).


Acara yang di gelar pada pukul 10.00 s/d pukul 14.00 WIB itu menerapkan Prokes secara ketat. Dengan mengundang Narasumber yakni, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Kepala Badan Khusus Uji Kompetensi Wartawan Widiartono, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng Sri Mulyadi, Setiyawan Hendra K, dan dimoderatori oleh wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Jateng, Solikun.

Pada kesempatan itu Ketua Panitia Orientasi Kewartawanan Abdul Sakur menyampaikan, dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan FWLJ bisa menjadi sekoci kapal besarnya PWI Jateng untuk selalu bersinergi meningkatkan kualitas SDM wartawan.


“Mari kita buktikan, bahwa rekan-rekan mampu dan berkualitas, sekaligus menepis anggapan negatif atau kurang baik terhadap rekan-rekan wartawan,” tegas Absa, sapaan akrab Ketua Panitia yang juga Sekretaris FWLJ tersebut.


Sementara itu Ketua PWI Jateng, Amir Machmud mengatakan bahwa kegiatan orientasi kali ini adalah hari yang membanggakan karena bisa melaksanakan acara orientasi Wartawan yang difasilitasi oleh Pemkot Semarang.


“Betapa hari ini adalah hari yang sangat membanggakan karena memperoleh izin bisa melaksanakan kegiatan di ruangan ini. Ini jangan dipikir bahwa Pemkot takut pada kalian, tetapi yang perlu dipahami, Pemkot dalam hal ini Pak Walikota memberi izin ada kegiatan disini karena Pak Wali menghargai profesi kawan-kawan ini sebagai Wartawan. Artinya Pak Wali memberikan respek pada kawan-kawan semua ini juga respek kepada PWI karena dalam kegiatan tersebut PWI yang memberikan materi,” katanya.


“Bagaimana kita memaknai respek itu, respek adalah bentuk penghormatan yang diberikan pada satu pihak atau perseorangan pada orang atau mereka yang dianggap patut diberi respek. Dimana-mana saya selalu mengkampanyekan masalah respek ini ketika saya berbicara kepada kawan-kawan wartawan anggota PWI di berbagai daerah. Respek hanya patut kita sikapi dengan respek yang sama, artinya kalau ada orang menghargai kita, maka sebaliknya kita wajib menghargai mereka,” ungkap Amir.


Bahwa kata Amir, martabat bagi seorang wartawan adalah mahkota. Mahkota bagi wartawan adalah profesionalitas. Profesionalitas bagi seorang wartawan adalah kondisi yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Bagaimana kita memartabatkan diri kalau kita tidak profesional. Bagaimana kita profesional kalau kita tidak membekali diri kita, nah antara lain adalah dengan kegiatan-kegiatan semacam ini. Dimana-mana saya selalu menekankan, profesionalitas itu parameternya adalah ketika kita mampu untuk memadukan, membuat seirama antara tehnis kita sebagai wartawan dengan kemauan kita untuk mengeksplorasi hati nurani yang artinya kita mematuhi, melaksanakan etika jurnalistik,” tambahnya.


“Wartawan yang jagoan adalah wartawan yang mampu memadukan antara kepintaran dia secara skil, baik di dalam penulisan kalau itu media cetak dan online. Di dalam mereportase kalau itu adalah wartawan radio atau Wartawan telivisi,” pungkas Amir.


Adapun Materi orientasi kewartawanan adalah tentang Keorganisasian dan PD/PRT (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga) PWI dengan narasumber Widiartono, lalu tentang Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers oleh Sri Mulyadi. (@wg/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed