Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya yang disiarkan sejumlah media massa pada Kamis (29/4/2021) menyebutkan 3 anggota TNI yang terluka dalam baku tembak dengan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Kab. Puncak, Papua, tidak bisa dievakuasi.
Menurut IPW, peristiwa tersebut terjadi karena KKB menembaki transportasi yang digunakan untuk mengevakuasi.
Terkait informasi tersebut, Iqbal mengatakan kabar tersebut tidak benar. Satgas Nemangkawi sudah melakukan pengecekan pasukan Polri maupun TNI.
Selain itu, kata Iqbal, pengecekan pasukan juga telah dilakukan saat apel gabungan TNI-Polri pada Rabu (28/7/2021).
Sementara itu, Ketua Presidium IPW Neta S Pane saat dikonrmasi terkait pernyataannya mengenai kondisi di Papua, namun yang bersangkutan belum merespons.
Anggota TNI-Polri melaksanakan Operasi Nemangkawi dalam rangka memelihara keamanan Papua dari gangguan KKB.
Dalam kurun waktu 3 pekan terakhir KKB makin intens melakukan aksi kekerasan di wilayah Kab. Puncak, Papua, yakni menembak 2 orang guru, yaitu Oktovianus Rayo (42) dan Yonathan Rande (30).
Oktovianus ditembak Kamis (8/4/2021), sedangkan Yonathan pada Jumat (9/4/2021).
KKB juga membakar rumah guru dan 3 sekolah. Minggu (11/4/2021) KKB membakar sebuah helikopter yang sedang dalam perbaikan di Bandar Udara Aminggaru, Ilaga. Kemudian Rabu (14/4/2021), KKB menembak mati tukang ojek di Kampung Eromaga. Sehari berikutnya Kamis (15/4/2021) menembak seorang pelajar. KKB terus melakukan aksi teror, hingga Minggu (25/4/2021). Bahkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha gugur dalam kontak tembak di Beoga.
Pengejaran terhadap KKB masih terus dilakukan, walaupun Selasa (27/4/2021) seorang anggota Brimob Bhrada Komang gugur, serta 2 lainnya mengalami luka tembak.











Komentar