Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Rudy Syafirudin
METROPOS.ID, SEMARANG – Terkait banyaknya bus – bus yang lolos masuk kewilayah Jateng, Dirlantas (Direktorat Lalu Lintas) Polda Jateng layangkan protes ke Dinas Terkait di Jatim. Surat protes tersebut
Dikatakannya, hal ini sangat disayangkannya, seharusnya hal ini tidak terjadi di perbatasan Jatim masuk ke Jateng,
Untuk itu, kata Rudy, Pos Pam yang didirikan di wilayah Jateng berjumlah
“Hal ini terkait banyaknya bus – bus dari Jatim yang masuk ke terminal di Kab. Wonogiri wilayah Jateng, tanpa menggunakan prokes, jadi kami mohon kepada rekan – rekan dari daerah lain, saya minta terminal di cek keseluruhannya, termasuk surat bebas Covid dan surat – surat lainnya,” kata Rudy.
Ia juga menyesalkan, bahwa kejadian kemarin terkait bus – bus dari luar yang masuk ke terminal Wonogiri, hampir semuanya tidak ada yang melakukan tes Swab Covid 19. Bedasarkan hal itu, Ditlantas Polda Jateng akan mengambil sikap tegas kepada bus – bus luar daerah yang masuk ke Jateng.
“Jika hal ini terjadi lagi, kita akan mengambil langkah tegas dengan memutar balik kendaraan – kendaraan dari luar Daerah Jateng. Hal ini Sesuai perintah dari Kapolda Jateng dengan kejadian kemarin di Wonogiri,” jelas Rudy.
Menurutnya, Jika dari luar daerah perbatasan meloloskan kendaraan dan bus – bus dari pemudik hingga masuk ke Jateng, maka akan menjadi cluster Covid 19 di Jateng, hal ini dapat membahayakan masyarakat. Oleh sebab itu, Polda Jateng menambah penyekatan di 71 titik dan lebih diperketat untuk masuk ke Jateng.
“Dengan adanya 71 penyekatan ini, Ditlantas Polda Jateng akan memaksa kepada setiap kendaraan pemudik yang masuk di Jateng, dengan memutar balik kendaraan mereka ke daerah asalnya tanpa terkecuali. Jika tidak mematuhi aturan, kita akan karantina sesuai intruksi Gubenur Jateng,” pungkasnya. (@wg/s@i/red).












Komentar