Salah seorang pasien C -19 yang di rawat di tenda darurat di luar RS QIM Batang (foto Mit)
Manager pelayanan RS QIM, Maftuhah Nurbetti mengatakan, kami sudah menyediakan 29 ruangan isolasi khusus untuk pasien C -19. Namun kini terjadi penumpukan pasien di instalasi gawat darurat, sehingga terpaksa sebagian harus dirawat di tenda darurat.
Di Kab. Batang sendiri, saat ini mengalami lonjakan kasus cukup siginifikan. Sebagaimana data dari dinas kesehatan setempat, setiap harinya ada penambahan sekitar 20 sampai 40 pasien positif terinfeksi C -19. Akibatnya, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate rumah sakit rujukanpun terus menipis dan bahkan ada yang sudah habis.
Bupati Batang, Wihaji, saat dikonfirmasi di Pabrik Sarung Sukorintex usai memantau kegiatan vaksinasi menjelaskan, saat ini Pemda bersama TNI/Polri terus berupaya untuk menekan penyebaran virus tersebut dengan cara sosisalisasi kepada masyarakat akan pentingnya Prokes.
Hingga kini, sudah ada 47 ribu warga Batang yang sudah divaksin, dan masih ada sekitar 14 ribu dosis vaksin yang akan segera disuntikkan kepada warga lainnya. Wihaji menyebutkan, percepatan vaksinisasi akan terus kami lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh warga.








Komentar