Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Arh Sujaeidi Faisal, S.T., M.Han., selaku Dansatgas TMMD menyerahkan hasil pekerjaan ke Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (foto PenRem 071/Wijayakusuma)
Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Arh Sujaeidi Faisal, S.T., M.Han., selaku Dansatgas TMMD menyerahkan hasil pekerjaan ke Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.
Dalam sambutannya Bupati mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan TMMD 111 Kodim 0704/Banjarnegara. Dirinya tersentuh akan rasa kebersamaan, kekompakan dan kegotongroyongan antara TNI, Polri dan segenap masyarakat Desa Kebutuhjurang yang sangat luar biasa bersama-sama membangun desanya guna untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.
“Disini, kemanunggalan TNI dengan rakyat sangat nyata, hal tersebut sesuai tema TMMD 111 yakni Wujud Sinergi Membangun Negeri,” jelasnya.
Dikatakan, infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian disetiap wilayah. Untuk memudahkan transportasi manusia yang sekaligus lalu lintas produksi hasil bumi. Bupati juga berpesan, agar memupuk terus jiwa kegotongroyongan sebagai salah satu wujud nyata jiwa Pancasila, rawat infrastruktur yang dibangun dengan uang rakyat agar memiliki usia pakai dan manfaat yang panjang, serta tetap produktif dalam bekerja disertai dengan tetap disiplin prokes dimasa pandemi C -19.
Sementara itu, Kasrem mengungkapkan program TMMD merupakan upaya guna membantu Pemda dalam mengakselerasi pemerataan pembangunan di daerah serta guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan tujuan untuk memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh.
“TMMD yang dilaksanakan ini dalam rangka mendukung percepatan pembangunan perekonomian pedesaan dan sekaligus sebagai wahana mempertahankan dan memupuk semangat tradisi dan budaya bangsa, semangat kegotongroyongan masyarakat,” ungkapnya.
“TMMD yang sudah dilaksanakan selama ini, sudah banyak memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi masyarakat diseluruh wilayah Indonesia,” terangnya.
Dikatakannya, kegiatan fisik dalam TMMD menjadi daya dukung peningkatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah pedesaan. Sedangkan kegiatan non fisik, sebagai wahana dan sarana yang efektif dalam pemberdayaan masyarakat diberbagai bidang kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, keamanan dan sebagainya.
“Diharapkan dengan adanya TMMD, masyarakat mempunyai daya dan upaya untuk mandiri agar terlepas dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan dan sekaligus daya tangkal kuat atas berbagai potensi ancaman dan gangguan yang membahayakan kondusifitas wilayah serta tetap tegaknya NKRI,” lanjutnya.
Kasrem juga menyampaikan bahwa TMMD tidak hanya dilihat dari keberhasilannya saja, namun lebih dari itu sebagai wahana perwujudan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat untuk bekerja bahu membahu membangun wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sebagai wujud kemanunggalan TNI-Rakyat.
Danrem juga mengapresiasi atas segala upaya dan kerja keras yang telah dilakukan Satgas TMMD maupun semua pihak yang telah turut terlibat membantu dalam kesuksesan gelaran TMMD. Selain itu, Danrem juga menegaskan kesiapan jajarannya untuk dapat membantu dan diterjunkan dalam upaya melaksanakan berbagai pembangunan lainnya yang dilakukan oleh Pemda, meskipun di medan yang tersulit sekalipun.
Terkait dengan masa pandemi C -19, Danrem mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hingga saat ini, pandemi C -19 di wilayah Banjarnegara khususnya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dan hingga kini masih terjadi peningkatan kasus terpaparnya masyarakat. Untuk Itu, diharapkan kepada Pemda, TNI dan Polri agar tidak pernah bosan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli untuk mematuhi Prokes, sehingga dapat memutus rantai penyebaran C-19. (Dd/PenRem/Red).












Komentar