Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan pers (foto Bid Hms Polda Jateng)
Kegiatan ini kolaborasi Polda Jateng, Pemprov Jateng, Pangdam IV/Dip, Satgas C -19, ikatan dokter, mahasiswa, akademisi, beserta relawan, yang dilaksanakan mulai tanggal 5 Agustus hingga 17 Agustus dengan target 4000 vaksin perhari.
Kapolda Jateng mengapresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah memiliki semangat bersama untuk mempercepat target dari Pemerintah terkait pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus Corona.
“Dimana Vaksinasi Merdeka Candi ini merupakan strategi vaksinasi yang akan dilaksanakan untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI. Tadi targetnya perhari 4000 vaksin, untuk mencapai dosis pertama diikuti dosis kedua tercapai. Tentunya ini menjadi semangat yang dan saya apresiasi,” kata Kapolda.
Dikatakan Kapolda, bahwa kegiatan akan menyasar warga Jateng khususnya, yang belum mendapatkan suntikan vaksin. Diharapkan strategi percepatan vaksinasi massal seperti ini bisa dilakukan di seluruh wilayah Jateng terutama di wilayah Aglomerasi yang saling memengaruhi.
“Kami sangat berharap sekali dapat muncul dan bergelora di seluruh wilayah lain selain di Jateng. Namun, saya sangat apresiasi Jateng, dalam hal ini khususnya jajaran Polda Jateng sebagai inisiatornya,” ucap Kapolda.
Kapolda mengungkapkan, bahwa strategi percepatan vaksinasi harus menyentuh lapisan masyarakat sampai tingkat RT/RW. Oleh Sebab itu, sangat diperlukan kekompakan dan pengorganisasian yang kuat dari seluruh stakeholder terkait.
“Oleh karena itu pada kesempatan ini saya serukan bagi rekan-rekan yang akan bergabung untuk ikut sama-sama dalam kegiatan vaksinasi, saya persilahkan demikian juga ditempat-tempat lain. Sehingga target Pemerintah untuk segera percepat Herd Immunity,” ungkapnya.
“Saya harapkan bisa lakukan hal sama, atau segera menyusul sehingga kemudian kegiatan ini dalam upaya akselerasi wujudkan Herd Immunity betul-betul bisa dilaksanakan seluruh wilayah,” imbuhnya.
Menurutnya dengan terwujudnya target percepatan vaksinasi, itu akan memengaruhi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Mengingat, kesehatan menjadi prioritas di untuk bergeraknya aktivitas dan ekonomi warga di tengah Pandemi C -19.
“Karena 2 hal ini tak bisa dipisahkan. Namun kesehatan tentunya jadi salah satu faktor atau syarat mutlak. Sehingga seluruh aktivitas kegiatan masyarakat bisa berjalan,” ucap Luthfi.
Selain itu, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam status PPKM Level 4. Dengan begitu, aktivitas atau mobilitas masyarakat masih dibatasi.
Kemenkes mengeluarkan assesmen di setiap wilayah Indonesia terkait dengan level PPKM. Sampai saat ini, di seluruh Provinsi Indonesia masih berada di level 3 dan 4. Atau dengan kata lain, penerapan prokes masih harus terus dilaksanakan secara disiplin dan ketat. Penentuan asesmen situasi sendiri menggunakan 2 perbandingan yakni, indikator transmisi komunitas dan indikator kapasitas respon.
Kapolda juga menyampaikan, untuk menurunkan level PPKM tersebut diperlukan kerjasama dan sinergitas dari Pemerintah, Pemda, Satgas C -19, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat. Salah satunya adalah percepatan vaksinasi dan penegakan prokes yang ketat.
“Oleh karena itu, kalau kita bersatu mau laksanakan kegiatan prokes secara kuat, kita laksanakan 3M atau 5M, kemudian rekan-rekan laksanakan 3T secara kuat kemudian vaksinasi kami lakukan akselerasi maka tentunya akan ada asesmen-assesmen dari Kemenkes untuk turunkan level,” jelas orang nomor satu di jajaran Polda Jateng.
Guna menurunkan level 4 PPKM itu, Kapolda menegaskan, bakal menggerakan roda perekonomian masyarakat. Oleh Sebab itu, seluruh pihak harus bergandengan tangan unruk melaksanakan seluruh target Pemerintah dalam rangka penanganan virus Corona. Untuk itu, Kapolda kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat, untuk tetap melakukan prokes dengan ketat, meskipun sudah di suntik vaksin. Apalagi, belakangan ini cenderung sudah menurun. Hal itu, harus dipertahankan.
“Untuk dilapangan masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin tetap prokes, patuh terhadap masker, kami cegah laju pertumbuhan C -19. Alhamdulillah dalam beberapa hari ini terjadi penurunan khususnya di Jakarta, terjadi penurunan yang signifikan dan ini yang harus kita pertahankan. Syaratnya laksanakan prokes dan vaksinasi,” tandas Kapolda.
Diketahui, Gerakan Vaksinasi Merdeka Candi akan diselenggarakan pada 5 Agustus 2021 dengan sasaran Komunitas, ormas, mahasiswa, buruh, Suporter sepak bola, pelajar, ojek online, pesantren, Difabelitas dan karyawan.
Acara tersebut akan dibuka oleh Kapolri secara Virtual dari Semarang. Sedangkan untuk Polres jajaran, akan mengikuti secara virtual dari lokasi vaksin yang telah ditentukan masing masing. (@wg/s@i/red).












Komentar