Ruang jenazah RSUD Kalisari yang di dalamnya terdapat jenazah korban (Foto Kermit)
Miftakhul Huda selaku keponakan korban ditemui dikamar jenazah RSUD Kalisari menuturkan, kejadian bermula saat 4 orang remaja asal Tersono yang berwisata, tengah menikmati kopi di warung korban. Tiba-tiba, datang sekelompok remaja berjumlah 8 orang yang belum diketahui asalnya, 1 diantaranya wanita datang menghampiri 4 remaja tersebut.
Ketengangan kemudian mereda, dan 8 orang remaja pelaku tersebut pulang. Namun, tak lama kemudian, 4 orang diantaranya datang lagi dan kembali membuat keributan. Kedatangan kedua kalinya, para pelaku membawa sebilah pisau. Korban yang saat itu masih berada dilokasi, juga menjadi sasaran pelaku. Bahkan, Zaenal Afif Wahid, yang merupakan keponakan korban yang hendak membantu melerai, juga menjadi sasaran pukulan.
Na’as, pada saat melerai perkelahian kedua kalinya, korban mengalami luka cukup parah dibeberapa bagian tubuh, hingga akhirnya meregang nyawa.
Saat ini, korban yang merupakan mantan Kades tersebut sedang dilakukan outopsi di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang oleh tim DVI Polda Jateng untuk mengetahui penyebab kematiannya. (Mit/Red)












Komentar