Warga Desa Mulyoharjo saat mengukir kayu (Foto Ninik)
Menurut Kades Jupriono, Desa Mulyoharjo sebagai desa wisata industri kreatif, sudah dipersiapkan sejak lama, salah satunya membangun budaya masyarakat menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar, serta menciptakan suasana nyaman dan ramah bagi pengunjung yang datang ke desa setempat.
Sebelum dijadikan desa wisata kreatif sudah dilakukan beberapa upaya untuk mendukung desa seperti sosialisasi kepada masyarakat melalui pertemuan rutin desa, pengukuhan kelompok sadar wisata.
Jumlah perajin di Desa Mulyoharjo yang memiliki luas areal sekitar 2.500 hektar tercatat sebanyak 1.700 orang dengan jumlah stan sebanyak 163 unit. Adapun jenis kerajinan yang ditekuni warga setempat, antara lain kerajinan ukir, relief, patung dan kerajinan tangan lainnya.
Jupriyono berharap, warga mendukung penuh upayanya keinginannya untuk memajukan desa ini agar tingkat kesejahteraan warga juga meningkat.
Terkait dengan kesiapannya mempromosikan Desa Mulyoharjo menjadi Desa wisata ukir berencana agar didesanya setiap rumah menggunakan seni ukir sebagai simbol cinta ukiran Jepara, syukur bisa meluas juga ke gedung instansi Pemda juga menggunakan ukiran Untuk bangunannya meskipun sedikit didepan pintu misalnya.
Untuk mewujudkan desa wisata ukir disampaikan Jupriyono Proses mengukir juga dilakukan di desa wisata ini secara langsung. Dengan mengangkat ukir sebagai seni kearifan lokal yang merata di daerah Jepara maka harapannya akan bisa meningkatkan perekonomian ukir Jepara khususnya di Desa Mulyoharjo. Sehingga tamu yang datang bisa melihat langsung tidak hanya ukiran yang sudah jadi tapi juga bisa belajar ukir didesa wisata ukir Mulyoharjo.












Komentar