vaksinasi massal anak usia 6-11 tahun yang digelar Binda Jateng di salah satu sekolah di Kab. Sukoharjo (foto Istimewa)
Sebagai wujud dukungan percepatan vaksinasi anak dan masyarakat umum, BINDA Jateng (Badan Intelejen Negara Daerah Jawa Tengah) juga ikut terlibat aktif menggelar vaksinasi massal di berbagai daerah di Jateng, salah satunya di Sukoharjo. Untuk kesekian kalinya, BINDA Jateng menggelar vaksinasi massal untuk anak usia 6-11 tahun dan masyarakat umum termasuk vaksinasi booster di Sukoharjo dengan lokasi serentak di beberapa tempat pada, Kamis (10/2/2022), mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Berdasarkan rilis, dari kegiatan vaksinasi massal serentak bekerjasama dengan DKK
Masing -masing lokasi tersebut, SDN Cangkol 02 Mojolaban yang merupakan lokasi utama sebanyak 306 orang, SDN Genengsari, Kec.
Kepala BINDA Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto dalam keterangannya menyampaikan, vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat umum kali ini digelar serentak di 12 Kab/Kota di Jateng dengan target sebanyak 16.000 dosis.
“Adapun lokasi vaksinasi meliputi, Sukoharjo, Boyolali, Rembang, Pati, Demak, Grobogan, Kendal, Brebes, Pemalang, Banyumas, Wonosobo, dan Kota Magelang,” terang KaBINDA Jateng.
Untuk jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak / pelajar adalah Sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM, sementara untuk masyarakat secara DTD (door to door) serta vaksinasi booster menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan.
Disebutkan Sondi, untuk mendukung kegiatan vaksinasi ini pihaknya mendirikan sebanyak 12 sentra vaksinasi di Kab/Kota. Untuk wilayah pelaksanaan vaksinasi anak meliputi, Sukoharjo, Rembang, Pati, Demak, Grobogan, Kendal, Brebes, Pemalang, Banyumas, Wonosobo,dan Magelang dengan target 10.000 dosis.
Lalu untuk vaksinasi booster ada di Sukoharjo, Pati, Demak, Grobogan, Brebes, Pemalang, Wonosobo, dan Kota Magelang dengan target 3.500 orang tervaksinasi. Selain itu, untuk DTD ada berlokasi di Boyolali, Rembang, Grobogan, Kendal, Pemalang, dan Kota Magelang dengan targetnya 3.000 dosis vasin tersalurkan.
“Meski gejala Covid-19 Omicron terbilang ringan, angka penularan yang tinggi memicu kekhawatiran pemerintah. Karena itu pemerintah tetap merekomendasikan penerapan Prokes (Protokol Kesehatan) yang ketat agar fasilitas kesehatan tidak dibanjiri pasien Covid,” pungkas Sondi. (Naura/Red).











Komentar