Saat giat webinar di RST Bhakti Wira Tamtama (Foto Pendam4/Dip)
Acara webinar tersebut ditandai dengan pembukaan oleh Kepala RS Tk. III Bhakti Wira Tantama Letkol CKM dr. Moh. Andi Fatkhurokhman, Sp. THT.,Dr.
dr. Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp. S(K)., menjelaskan bahwa Stroke merupakan gangguan pembuluh darah yang ada di otak secara tiba – tiba dan diketahui bahwa Stroke merupakan penyakit penyebab kecacatan yang selama 12 tahun terakhir angka penderitanya cukup tinggi.
Adapun beberapa langkah yang harus
Berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, Dr. dr. Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp. S(K)., juga mengingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan dimanapun berada dalam menangani pasien baik penderita penyakit Stroke maupun lainnya agar tetap memperhatikan Prokes (protokol kesehatan) termasuk memakai Alat Pelindung Diri (APD).
Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp. S., MARS., MH., menambahkan bahwa TMS merupakan salah satu modalitas neuromodulasi dalam bidang neurorestorasi untuk digunakan sebagai penelitian dalam memberikan pelayanan kepada penderita penyakit Stroke.
Pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan TMS dinilai sangat penting guna menentukan parameter dan protokol terapi maupun safety.
“TMS menjadi hal penting untuk mendukung kualitas layanan klinik maupun rumah sakit dalam menangani penderita penyakit Stroke karena resiko disabilitas mungkin terjadi karena terlambatnya mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Selaras dengan narasumber sebelumnya, dr. Lisa Nurhasanah, MKK., Sp. KFR, rehabilitasi kepada penderita penyakit Stroke juga harus terus dilakukan guna mendukung proses pemulihan pasien agar lebih optimal.
“Pasien stroke boleh dipijat tetapi hanya pijat relaksasi namun tetap disertai terapi latihan” pungkasnya. (@wg/pendam4/Dip/Red).











Komentar