Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy (Foto Bidhmspolda jtg)
Bu Manto mendadak linglung dan menuruti saja ketika salah satu pelaku meminta Bu Manto menunggu. Para pelaku mengatakan akan akan kembali setelah menemui seseorang untuk alasan bisnis.Lama tak kembali, Bu Manto tersadar dan merasa janggal. Bungkusan yang dikatakan berisi uang, akhirnya dibuka. Ternyata, bungkusan yang terus ditentengnya itu hanya berisi potongan lembaran kertas berwarna merah.
Merasa ditipu, Bu Manto menghubungi suami dan polisi untuk mengecek warung termasuk isi laci uangnya. Benar saja, sekitar Rp 20 juta uang dagangannya raib.
Petugas kepolisian yang datang ke warungnya langsung menghubungi jajaran untuk melakukan pemantauan dan patroli untuk melacak keberadaan pelaku.
Kejadian tersebut di atas, merupakan peristiwa sebenarnya yang terjadi di Surakarta pada saat Ramadhan di Bulan April tahun 2017 lalu.
Terkait aksi gendam yang beredar di masyarakat, Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menegaskan kejahatan gendam banyak terjadi di pasar atau pusat keramaian.
Kejahatan dengan modus gendam, kata dia, banyak terjadi pada saat aktivitas ekonomi warga meningkat. Adapun para pelaku biasanya menyasar di pusat keramaian, terminal maupun pertokoan dan pasar.
Pihak kepolisian, imbuh Iqbal, sudah sejak dini menerjunkan tim patroli untuk mengantisipasi hal ini.
Menurutnya, pelaku kejahatan bermodus gendam menggunakan trik-trik hipnotis untuk memainkan alam bawah sadar calon korbannya. Para korban dibuat linglung dan seringkali baru tersadar ketika para pelaku sudah melarikan diri setelah melancarkan aksinya.
Masih kata Iqbal, ada sejumlah tips agar warga tak menjadi korban gendam. Sejauh ini tips ini terbukti aman untuk mencegah maupun menggagalkan aksi pelaku gendam.
Iqbal mengingatkan, kondisi kelelahan di perjalanan juga berpotensi mengakibatkan seseorang mudah digendam.
Secara lengkap, menurut Iqbal, sejumlah tips ampuh untuk mencegah aksi gendam antara lain adalah:
- Tidak membawa uang berlebihan, banyak barang berharga dan perhiasan mencolok.
- Diupayakan tidak melakukan perjalanan seorang diri. Ajak keluarga atau teman untuk menyertai dalam perjalanan.
- Selalu waspada dan hindarkan melamun. Kondisi paling rentan adalah ketika seseorang lelah atau tidak fokus.
- Waspadai tepukan dari orang yang tak dikenal.
- Berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal, apalagi yang terlihat sok akrab dan ingin melakukan percakapan secara intens, dan
- Waspadai ketika ada kejanggalan terhadap tubuh. Seperti tiba-tiba mengantuk, merasa mual dan pusingInti dari sejumlah tips diatas, tandas Iqbal, masyarakat harus tetap fokus dan banyak berdoa saat beraktivitas atau melakukan perjalanan. “Apabila dirasa ada yang mencurigakan atau kurang beres, jangan ragu menghubungi petugas kepolisian dan petugas lain yang terdekat untuk meminta pertolongan,” pintanya. (@wg/Bidhmspolda jtg/Red).












Komentar