Salah satu serpihan pesawat yang berhasil dievakuasi (Foto Bidhmspoldajtg)
Ditambahkan, bangkai pesawat yang telah dievakuasi tersebut diamankan sementara di Balai Desa Kradenan, sedangkan proses pencarian sisa-sisa bangkai pesawat akan terus dilakukan hingga satu minggu ke depan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa satu pesawat latih milik TNI AU dikabarkan jatuh di hutan kawasan Desa Nginggil, Kradenan, Blora pada senin malam lalu saat menjalani latihan terbang malam. Pesawat tersebut mengalami hilang kontak dengan Lanud Iswahyudi pada pukul 19.25 WIB.
Sebelum kejadian, sejumlah saksi mata di Desa Nginggil melihat ada 2 pesawat yang terbang diatas desa mereka. satu diantaranya kemudian tampak terjatuh dihutan yang mengakibatkan kobaran api di lokasi jatuhnya pesawat pada pukul 18.30 WIB.
“Awalnya kita lihat di udara ada 2 pesawat, satunya pergi dan satunya terjatuh di hutan. Setelah api yang membakar hutan ini padam dan warga melihat banyak puing-puing besi yang diduga adalah pesawat terbang yang jatuh tadi,” ujar Laji, salah seorang warga Kradenan.
Akibat kejadian tersebut, pilot pesawat T-50i Lettu (Pnb) Allan Safitra Indera dinyatakan gugur. Lettu (Pnb) Allan merupakan salah satu penerbang terbaik TNI AU, lulusan AAU tahun 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 2017. Perwira yang terakhir bertugas di Skuadron 15 Lanud Iswahyudi itu, meninggalkan seorang istri dan anak yang masih balita.
Terkait musibah yang menimpa jajaran TNI AU tersebut, Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan turut berduka cita yang mendalam. Pihak Polda Jateng menyatakan telah menerjunkan personel dari kesatuan terdekat untuk membantu evakuasi bangkai pesawat.
“Pada prinsipnya Polda Jateng siap membantu dan mendukung kelancaran proses evakuasi. Kapolda secara pribadi memberikan atensi khusus dan berharap agar situasi di sekitar lokasi tetap kondusif sehingga segala prosesnya berjalan lancar,” tutupnya. (@wg/Bidhmspoldajtg/Red).












Komentar