oleh

Viral Di Medsos Video Anggota Ormas Aniaya Kontraktor Di Pekalongan

Foto potongan video saat terjadi Penganiayaan (Foto Kermit)

Metropos.id, Pekalongan – Video penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah anggota ormas di Pekalongan Jateng, sempat viral di medsos. Polisi akhirnya mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut, pada Senin (19/9/2022) malam.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi melalui Kasat Reskrim, AKP Ahmad Masdar Tohari menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengamankan beberapa orang dan 2 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, serta beberapa orang lainnya masih berstatus saksi.

Dijelaskan Tohari, kasus penganiayaan yang terekam dan videonya viral tersebut, diketahui terjadi pada hari Jumat pekan lalu, dilapangan Mataram Kota Pekalongan. Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang berpakaian seragam dari salah satu ormas, melakukan penganiayaan terhadap seseorang, yang belakangan diketahui merupakan seorang kontraktor.

Terjadinya kasus ini, kata Tohari, berawal dari miss komunikasi yang terjadi antara kedua belah pihak, hingga berakhir saling tantang dan hingga terjadi penganiayaan. Pada saat itu, pihak tersangka mau mengkonfirmasi proyek yang ada di kota Pekalongan, namun ditantang oleh korban dan akhirnya bersepakat untuk bertemu dilokasi kejadian.

Hingga Selasa (20/9/2022) dini hari, pihak penyidik masih terus melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi di Mapolres Pekalongan Kota. Pihak penyidik juga menerapkan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Sementara, Budi Yuwono selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekalongan bersama tim kuasa hukum, juga tampak melakukan pendampingan para anggotanya yang tengah diperiksa.

Jimmy Muslimin selaku kuasa Hukum berjanji akan mengawal para anggotanya yang tengah berperkara, dan mengikuti prosedur penyidikan. Namun, pihaknya juga akan mengupayakan langkah perdamaian atau restorative justice. (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed