Saat Audiensi berjalan (Foto @wg)
Metropos.id, Demak – Audiensi dengan pihak pendiri pabrik pupuk Saprotan Utama di Desa Sidorejo, Kec. Karangawen, Kab. Demak dengan warga sekitar yang dihadiri Forkompimcam berjalan cukup seru. Hal ini dikarenakan uang kompensasi pembangunan pabrik dinilai belum sesuai, oleh beberapa warga setempat, di GOR Desa Sidorejo, Selasa (15/11/2022) pagi.
Kaswi, warga Cabean RT 02/RW 5 Desa Sidorejo, mengaku belum tanda tangan kesepakatan dengan pihak Saprotan Utama, sebab sampai saat ini, uang kompensasi yang ditawarkan dari pihak pabrik (PT Saprotan Utama) kepadanya, belum sesuai dengan harapan.
“Ceritanya itu ada keamanan daerah sini datang ke rumah saya, menjanjikan akan ada pembangunan pabrik, mohon jangan dipersulit, nanti ada amplopnya Rp 10 juta. Terus saya oke setuju dan bilang sama tetangga-tetangga saya. Kita tidak menolak, kita setuju, kan harusnya ada kompensasi seperti yang dijanjikan dulu gitu lho. Harusnya dikumpulkan, kok gak pernah dikumpulkan, baru kali ini,” ujar Kaswi.
Untuk itu Kaswi meminta, pihak Saprotan Utama bisa mendengarkan keluhannya. Ia juga mengaku setuju dengan rencana pembangunan pabrik pupuk itu. Namun, sebelum pabrik itu dibangun, agar nilai kompensasi bisa ditambah sesuai dengan yang dijanjikan oleh salah satu warga kepadanya.
“Kita tidak menghambat, tidak menghalang-halangi, tapi katanya prosedur kan ada izin lingkungan izin IMB yang bersinggungan langsung dengan tanah, katanya gitu toh. La aku kan mengikuti prosedur itu, apa salah. Kita mendukung kita kan warga kecil, kalau bisa kan bisa kerja di situ,” pinta Kaswi.
Sementara itu Kades Sidorejo, Warnoto Utomo menyampaikan, dengan dibangunnya pabrik pupuk akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pertumbuhan perekonomian dengan berbagai sektor perdagangan konsumsi dan jasa akan menjadikan masyarakat sekitar semakin maju.
“Kalau saya selaku Pemerintah Desa, sangat mendukung dengan adanya pendirian pabrik Saprotan Utama, saya mendukung karena untuk peningkatan warga kami,” ucapnya.
Dengan dibangunnya pabrik pupuk itu, lanjut Warnoto, banyak pengangguran di daerah Dusun Cabean dan sekitarnya yang bisa bekerja di tempat tersebut.
“Yang kedua, desa saya juga maju dan warga nanti bisa usaha. Jualan di depan pabrik SU. Intinya saya kembalikan ke warga, kalau warga sudah mendukung, saya tetap mendukung sudah itu saja. Kalau masalah ada yang pro kontra, itu mungkin dia kan perbatasan dengan SU. Kalau saya, tetap saya kembalikan ke warga,” lanjutnya.
Terpisah Tokoh masyarakat Desa setempat, Asep Haryanto mengungkapkan, sebenarnya hampir seluruh warga di dusun Cabean Desa Sidorejo mendukung penuh rencana pembangunan pabrik pupuk tersebut.
“Intinya dengan nanti dibangunnya pabrik Saprotan Utama yang bergerak di bidang perindustrian pupuk itu, akan sangat membantu warga Sidorejo khususnya Cabean,” ungkapnya.
Ia pun berharap, dengan dibangunnya pabrik pupuk di desanya nanti, selain bisa mensejahterakan warga sekitar, juga dapat mengurangi jumlah pengangguran.
“Karena apa, jelas akan menambah penghasilan, menambah lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran yang utamanya di situ. Kedepannya nanti ekonomi warga itu akan terbantu dengan adanya pabrik tersebut,” harapnya.
Diterangkan pula oleh Asep, pabrik pupuk Saprotan Utama itu rencananya akan dibangun di wilayah RT 02/RW 05, Desa Sidorejo, Kec. Karangawen, Kab. Demak. Ada beberapa warga di dekat daerah tersebut, yang terdampak pembangunan pabrik itu. Salah satunya adalah warga RT 02 RW 05 Dusun Cabean.
Total disini ada 28 KK yang berdekatan. 25 KK sudah setuju dan tanda tangan, sedangkan 3 KK belum tanda tangan,” pungkasnya. (@wg/Red).
Komentar