Sejumlah warga saat datangi Mapolres Batang (Foto Kermit)
Sedikitnya, sudah ada 25 bocah dibawah umur yang mengaku diperlakukan tak senonoh oleh pelaku. Sejumlah orang tua korban awalnya tidak mengetahui, jika anak-anaknya sudah menjadi korban. Namun, setelah beberapa korban mengeluhkan rasa sakit di anusnya, kampung mereka langsung heboh.
Tarmudi, Ketua RW yang mengantar para orang tua korban menyebut, pelaku sebenarnya sudah diketahui mempunyai penyimpangan seksual pada 4 tahun lalu. Namun, saat itu, pelaku sudah meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.
“Namun bukannya bertobat, pelaku justru kembali mengulang dan dengan korban yang semakin banyak,” sebutnya
Setelah dilakukan visum di RSUD Kalisari, sejumlah korban saat ini dimintai keterangan diruang penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Batang untuk proses penyidikan. (Mit/Red)












Komentar