Pengendara sepeda motor nekat menerobos trotoar demi melancarkan lajunya atau jalannya. (Foto Heru).
Metropos.id, Ungaran – Sejak pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Ambarawa selesai dan difungsikan, ternyata tidak hanya utamanya pejalan kaki yang menggunakannya atau melintas. Namun, justru menjadikan trotoar tersebut untuk lalu lalang atau jalur sepeda motor. Rata – rata pengemudi sepeda motor nekat melintas di trotoar pada pagi hari saat jam – jam sibuk berangkat kerja atau sekolah.
Dan, dari pantauan metropos.id di trotoar kawasan depan Pasar Projo Ambarawa, Kab Semarang, yang melintas sebagian besar orang berangkat kerja. Tidak hanya pengendara laki – laki namun juga ada pengendara perempuan dengan tenangnya menerobos jalur untuk para pejalan kaki.
”Yang kami heran, apakah para pengendara motor itu tidak melihat jika yang dilintasi itu trotoar. Pada pagi hari banyak warga yang menggunakannya untuk jalan kaki. Pernah suatu kali kami menegur pengendara motor yang nekat melintas diatas trotoar, namun mereka itu merasa benar. Dan, justru marah serta menyalahkan pejalan kaki tidak mau minggir tahu ada sepeda motor lewat. Ini kan aneh, dan menunjukkan jika pengendara motor mau menangnya sendiri,” ujar Tri Winanto (56) warga Ambarawa, Kab Semarang yang tiap pagi menunggu istri belanja di Pasar Projo Ambarawa.
Hal senada diungkapkan Musriyatno (40) warga Bawen Kab Semarang, bahwa dirinya tiap pagi melihat kondisi seperti itu. Pengendara sepeda motor sepertinya tidak tahu sopan santun dan nekat melaju di trotoar. Bahkan, pernah suatu ketika saat melintas tidak diberikan ruang justru marah – marah kepada orang yang berada di trotoar.
“Melihat tiap pagi rentang pukul 06.30 WIB – 07.30 WIB, rata-rata pengendara motor yang ingin cepat melaju atau melintas diawali dari depan Toko Emas Kerbau dan nekat melaju di trotoar di seberang Pasar Projo. Harusnya, sekali -kali ada petugas terkait yang berjaga atau mungkin petugas Satlantas yang berjaga. Jelas itu tidak benar jalan untuk pejalan kaki malah nekat dilalui sepeda motor, dan pengendara motor rata – rata merasa benar dan maunya menang sendiri,” ungkap Musriyatno.
Perlu diketahui bahwa pembanngunan trotoar tersebut terkait dengan proyek pembanngunan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) dengan annggaran puluhan miliar termasuk pembangunan yang lain.
Harusnya masyarakat bersyukur, namun setelah ada trotoar lebih bagus justru memperlancar pengendara sepeda motor yang mungkin ingin menangnya sendiri. Pemandangan sepeda motor menerobos lewat trotoar ini, selalu terlihat tiap pagi hari. Padahal di sejumlah titik persimpangan sudah dipasang tiang besi dengan lebar yang sempit agar motor tidak bisa menerobos, namun kenyataannya dengan nekatnya masih saja ada yang lolos menerobos. (Heru/Red).








Komentar