Pelaku Evan Wijanarko sesaat sebelum digelandang menuju Polres Boyolali. (Foto Heru).
Metropos.id, Ungaran – Kapolsek Bawen AKP Solekhan SH MH menegaskan bahwa saat petugas Polsek Bawen melaksanakan patroli kewilayahan, didapatkan seorang laki-laki dengan sejumlah luka ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, Kec Bawen, Kab Semarang pada Selasa (4/4/2023) siang pukul 13.20 WIB.
Selain itu, juga ada sepeda motor Honda Beat bernopol AD 6039 BD. Dari keterangan warga sekitar, lelaki itu sebelumnya menabrak seorang relawan penyeberang jalan di depan Hortimart Bawen. Kemudian, langsung diamankan menuju Mapolsek Bawen.
“Lelaki itu kita tolong ternyata dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) serta ditemukan juga senjata tajam jenis Clurit. Selanjutnya, kita amankan ke Mapolsek Bawen. Sampai di Mapolsek Bawen, ternyata lelaki ini belum lancar diajak komunikasi dan diduga masih terpengaruh miras yang diminumnya,” ujar AKP Solekhan.
Sesaat kemudian, petugas Reskrim berhasil memintai keterangan lelaki yang diketahui bernama Evan Wijanarko (22) asal Cileungsi, Depok, Jawa Barat. Di Boyolali beralamat di Krajan RT 02/RW 06, Dlingo, Kab Boyolali. Dalam pengakuannya, bisa sampai Bawen karena melarikan diri setelah berhasil merampas motor Honda Beat nopol AD 6039 BD pada Selasa (4/4/2023) siang pukul 12.00 WIB. Motor itu dikendarai seorang pelajar SMP di Boyolali.
“Belum selesai dimintai keterangan penyidik Reskrim Polsek Bawen, menerima informasi dari Reskrim Polres Boyolali. Jika Evan Wijanarko itu merupakan pelaku pembegalan/perampasan motor pelajar SMP di Boyolali. Berhasil membegal motor, langsung melarikan diri dan sebagai korbannya pelajar SMP di Boyolali. Pada bagasi motor itu, ditemukan sebilah Clurit dan 1 botol ukuran sedang berisi Ciu serta e-KTP dan STNK motor atas nama Sarni (39) warga Dusun Kebonarum RT 04/RW 01, Desa Karangnongko, Kec Mojosongo, Kab Boyolali. Diduga, identitas itu merupakan ibu korban,” kata AKP Solekhan didampingi Kanit Reskrim Aipda Nanang Nugroho dan Kanit Propam Aiptu Anton Yuli.
Dari pengakuan pelaku, di Boyolali ini tinggal di rumah neneknya di Krajan Dlingo baru 5 hari. Namun, 2 hari istirahat di rumah sang nenek dan yang 3 hari lagi digunakan untuk nongkrong di pinggir jalan untuk mencari sasaran perampasan. Bahkan, pelaku juga sudah menyiapkan Clurit yang intinya alat untuk mengancam calon korbannya. Sebelum merampas motor ini, pelaku Evan lebih dulu memantau, nongkrong serta mengawasi lokasi yang sepi ini selama 3 hari. Dan, saat waktu pulang sekolah melihat ada anak SMP naik motor langsung dihadang dan diancam menggunakan Clurit.
“Asal saya dari Cileungsi Depok Jawa Barat dan di Boyolali sedang main di rumah nenek saya di Krajan Dlingo. Karena uang saya habis, lalu selama 3 hari mencari lokasi yang sepi di daerah belakang perkantoran Pemkab Boyolali. Melihat ada anak SMP naik motor sendirian langsung saya hadang dan saya ancam dengan Clurit. Korban yang ketakutan langsung turun dari motor dan lari. Berhasil mendapatkan motor, saya langsung melarikan diri untuk menuju Bekasi menemui ibu kandung saya. Perjalanan baru sampai daerah Bawen, tepatnya di depan Hortimart motornya oleng dan menabrak seorang penyeberang jalan,” tandas pelaku Evan Wijanarko, sesaat sebelum digelandang menuju Polres Boyolali. (Heru/Red).
Komentar