Serangakaian kegiatan komsos Koramil 1316/Pamarican (Foto Hermansyah)
METROPOS.ID II Ciamis – Komsos (Komunikasi sosial) yang di gelar oleh Koramil 1316/Pamarican TA.2023 Kodim 0613/Ciamis dengan tema “Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi di Indonesia” Kamis (14/9/2023).
Danramil Pamarican Kapten Inf. Haris Diana, SE., menyampaikan kegiatan Komsos yang digelar bersama dengan segenap komponen masyarakat diharapkan mampu menjadi ajang silaturahmi antara TNI dengan elemen masyarakat di Wilayah Kec. Pamarican.
“Harapanya melalui komsos ini akan terjalin sinergi antara TNI terutama Koramil 1316/Pamarican dengan semua unsur di wilayah Kec. Pamarican, guna membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter dengan berlandaskan wawasan kebangsaan dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan Bangsa,” ujarnya.
Danramil juga mengatakan, bukan hanya tugas TNI Polri saja yang bertanggung jawab atas keselamatan bangsa, akan tetapi para stakeholder dan seluruh elemen rakyat juga harus turut serta bertanggung jawab.
“Dengan peduli dan turut serta menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif kita sudah ikut bertanggung jawab terhadap keselamatan bangsa dan negara,” kata Danramil.
Terkait Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
Moderasi beragama, Danramil menghimbau Jangan biarkan Indonesia menjadi bumi yang penuh dengan permusuhan, kebencian, dan pertikaian. Kerukunan baik dalam umat beragama maupun antar umat beragama adalah modal dasar bangsa ini menjadi kondusif dan maju.
Diakhir sambutannya Danramil berpesan, menghadapi tahun Politik 2024 agar masyarakat Pamarican khususnya Kec. Pamarican tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Serta jangan mudah terpecah belah oleh isu hoax yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kami TNI Polri Netral tidak berhak memilih ataupun dipilih, jadi saya menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai hak pilih serta beda pilihan tetap junjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, beda adalah hal wajar di negara demokrasi hanya bagaimana kita cara menyikapinya secara positif perbedaan tersebut sebagai ciri khas bangsa indonesia yang harus tetap kita jaga,” pungkasnya. (Hermansyah/Red).











Komentar