oleh

Tasyakuran Merti Dusun Bungas, Kades Kadirejo Berharap Pemuda Peduli Warisan Budaya Leluhur

Riyadi, Kades Kadirejo simbolis menyerahkan wayang Petruk dan Gunungan kepada dalang menandai dimulainya gelaran wayang kulit lakon Petruk Nagih Janji. (Foto Wib)

METROPOS.ID II Semarang – Dusun Bungah, Desa Kadirejo, Kec. Pabelan, Kab. Semarang gelar tasyakuran Merti Dusun dengan menampilkan gelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Petruk Nagih Janji.

Pagelaran wayang kulit diiringi grup Karawitan Permadani Laras Cabang Kec. Mijen, Kota Semarang dengan dalang Ki Ir. Agus Waryanto, SIP MM dan Ki Drs. Bambang Supriyono, M.Pd.Agus Waryanto, Ketua KSBN (Komite Seni Budaya Nusantara) Jateng yang juga menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng.

Sedangkan Bambang Supriyono yang mendapat gelar dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Supriyono Reksa Dwijaningrat adalah penasehat Permadani Cabang Mijen dan Dewan Pakar Permadani Pusat.

Tasyakuran warga Dusun Bungas merupakan kegiatan tahunan yang rutin digelar dalam setiap tahunnya dengan menampilkan hiburan kesenian lokal antara lain campursari dan Drumblek Karang Taruna Dusun Bungas yang diakhiri dengan gelaran wayang kulit semalam suntuk.

“Merti Dusun Bungas merupakan acara rutinan setiap tahun sekali yang dilaksanakan warga Dusun Bungas, Desa Kadirejo dalam rangka nguri – uri budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita,” tutur Riyadi, Kades Kadirejo kepada metropos.id usai pagelaran wayang kulit, Kamis pagi (28/9/2023).

Merti dusun dengan menampilkan kesenian budaya wayang kulit serta budaya kearifan lokal dikatakan Riyadi, selain sebagai sarana memberikan hiburan kepada warga masyarakat, dirinya juga menaruh harapan kepada generasi muda di wilayah Dusun Bungas, Desa Kadirejo untuk peduli dan ikut mengembangkan kesenian-kesenian lokal yang merupakan budaya adiluhung peninggalan warisan para leluhur.

Selain menyuguhkan hiburan dalam acara tasyakuran Merti Dusun Bungas ini, pagi sebelumnya dirinya dibantu Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Provinsi Jateng melaksanakan kegiatan GERMAS (Gerakan Minum Susu) dengan memberikan bantuan susu untuk anak-anak SD Kadirejo 2 dan MI Miftakhul Khulub Kadirejo.

Dan pada malam harinya, memuncaki acara tasyakuran dilanjutkan dengan mempersembahkan pagelaran wayang kulit dari sanggar Karawitan Permadani Laras Cabang Mijen, Kota Semarang.

Saat disinggung gelaran acara wayang kulit yang dipersembahkan oleh keluarga besar Permadani Mijen, Kota Semarang, Riyadi mangaku kagum dengan penampilan Karawitan Permadani Laras Mijen yang cukup bagus dalam mengiringi wayang.

Dikatakannya, Permadani tidak hanya bagus sebagai panatacara atau MC bahasa Jawa saja, namun ternyata mempunyai skill yang patut dibanggakan dengan mempunyai grup karawitan yang mampu mengiringi wayang kulit dengan baik.

Dirinya berharap untuk tahun depan Karawitan Permadani Laras Mijen bersedia tampil lagi dengan kegiatan-kegiatan lainnya dengan acara yang berbeda.

“Tahun depan, Desa Kadirejo ini kan mempunyai cita-cita untuk membangun Desa Wisata, Insyaallah jika sesuai tahapan rencana yang diplaningkan di tahun 2024 kita akan launching desa wisata dengan wayangan lagi. Harapannya, kalo malam ini mengambil lakon Petruk Nagih Janji, namun besok di 2024 saat launching desa wisata kita berharap lakonnya Semar Mbangun Kayangan,” harap Riyadi.

“Tadi dengan pak kepala dinas, pak Agus, kita sudah diskusikan, Insyaallah dan harapannya Permadani Laras bersedia pentas lagi di Desa Kadirejo sekaligus launching Desa Wisata Kadirejo,” pungkasnya. (wib/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed