oleh

Pasar Darurat Wiradesa Pekalongan Roboh Timpa Pedagang

Sejumlah petugas saat mengamankan area pasar darurat yang roboh (Ft Kermit)

METROPOS.ID II Kajen – Pasar darurat Wiradesa yang berada wilayah Dadirejo, Tirto, Kab. Pekalongan roboh usai disapu angin kencang, Rabu (1/11/2023).

Bangunan yang sudah tua dan digunakan untuk pasar darurat Pasar Wiradesa ini tiiba-tiba roboh pada pukul 12.30 WIB. Sontak, peristiwa itu membuat kalang kabut puluhan pedagang yang berada di bawahnya.

Setidaknya ada 4 pedagang dilaporkan sempat terjebak reruntuhan material bangunan, 3 di antaranya langsung dievakuasi ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat karena terluka. Sedangkan satu pedagang berhasil selamat tanpa luka karena berlindung di sela-sela ruang kosong di antara material reruntuhan bangunan.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Kapolsek Tirto, AKP Darwoto, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada pukul 12.30 WIB dan dilaporkan ke Polsek sekitar pukul 13.00 WIB. Pihaknya langsung mengamankan lokasi, dengan memberi garis polisi untuk mengamankan barang milik pedagang.

“Saya tadi menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB kurang, langsung datang ke sini. Informasi kejadian ambruknya bangunan bekas terminal yang dijadikan pasar darurat ini sekitar pukul 12.30 WIB, karena angin,” jelas nya.

Diterangkannya, dari informasi sejumlah saksi, saat kejadian ada angin kencang dari atas, yang langsung mengenai bangunan bekas terminal bayangan itu.

“Informasi masyarakat, yang pertama ada puting beliung yang terbang di atas bangunan ini, karena bangunan ini sudah tua mungkin karena tekanan angin yang terlalu kuat akhirnya ambruk,” terangnya.

Mendapat informasi itu, pihaknya langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi mengingat masih banyak barang-barang dagangan dan barang berharga lainnya milik pedagang yang tertimbun material.

“Sementara, kita sudah mengamankan TKP dengan memasang garis polisi, dan anggota juga mengamankan, sebagai antisipasi ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti penjarahan, mengingat di sana masih banyak barang dagangan, sepeda dan motor milik pedagang,” ujar Darwoto.

Saat ke lokasi kejadian, 3 orang korban telah dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, di lokasi yang sama, salah satu pedagang yang sempat terjebak reruntuhan bangunan, Rohadi (61) berhasil selamat dengan berlindung di ruang kosong di antara sela tumpukan material bangunan.

“Saya lagi beres-beres, tiba-tiba bunyi kretek-kretek. Semuanya panik. Saya lihat di Utara bangunan sudah doyong, yang lain berlarian keluar, saya tidak sempat langsung bruk, bangunan roboh,” ungkapnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pasar Kab. Pekalongan Suswanto Widodo mengatakan bahwa yang ambruk adalah exs terminal Wiradesa.

“ini merupakan shelter exs terminal Wiradesa, yang di gunakan untuk berdagang jadi mereka yang berdagang disini tidak termasuk dalam data base yang akan di pindahkan ke pasar baru,” katanya.

Untuk pengobatan korban yang luka akan di tanggung oleh pihak Pemkab Pekalongan.

“Mereka yang korban luka sudah kita rujuk ke rumah sakit bagi mereka yang memiliki BPJS langsung di tangani dengan menggunakan program BPJS namun yang tidak memiliki BPJS, kami siap menanggung biaya pengobatan hingga sembuh,” pungkasnya. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed