Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama Forum LPMK Kota Semarang masa bhakti 2023-2028. (ft.dok.f-lpmksemarang).
METROPOS.ID II Semarang – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pada Kamis 16 November 2023 melantik dan mengukuhkan jajaran Kepengurusan Forum LPMK Kota Semarang masa bhakti 2023-2028 di Hotel Quest Jl. Plampitan, Semarang.
LPMK dalam tugas dan fungsinya membantu tugas-tugas lurah, camat hingga wali kota mempunyai peran strategis dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing kelurahan.
Achmad Fuad, incumben Ketua Forum LPMK Kota Semarang periode sebelumnya, kembali didaulat memimpin roda LPMK Kota Semarang masa bhakti 2023-2028 dan dikukuhkan bersama 30 orang anggota bidang kepengurusan LPMK.
Dalam keterangannya kepada metropos.id melalui pesan pendek, Achmad Fuad menjelaskan program dan targed LPMK Kota Semarang diantaranya mendorong terbentuknya masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap kebersihan sungai dan lingkungan.
Serta mendorong warga masyarakat untuk memanfaatkan limbah sampah menjadi sesuatu yang mempunyai manfaat serta nilai ekonomi melalui gerakan pungut dan pilah sampah secara masif.
“Kami mendorong terbentuknya KPS (Komunitas Peduli Sungai) di 7 wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) yang ada di Kota Semarang. Selain itu kami juga mendorong gerakan pungut dan pilah sampah secara masif, untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai keekonomian bagi masyarakat, disamping tentu saja turut peduli dan menjaga kebersihan lingkungan Kota Semarang,” tutur Achmad Fuad, Jumat (17/11/2023).
Hal tersebut menurut Fuad menjadi tugas LPMK di wilayah kelurahan masing-masing untuk terjun langsung ke masyarakat memberikan edukasi dan mendorong warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan menjelang datangnya musim penghujan dan mendorong warga untuk lebih mencintai sungai dan lingkungannya dengan tidak membuang sampah di sungai.
Tak kalah penting disampaikan Fuad, LPMK Kota Semarang sebagai mitra pemerintah, kedepan akan berperan aktif membantu pemerintah terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga yang semakin meningkat di Kota Semarang.
Hal ini berdasar data dari DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Semarang, terjadi 197 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan rincian 20 kasus kekerasan terhadap anak dan 177 kasus kekerasan terhadap perempuan.
“Dalam rangka turut membantu Pemkot Semarang menurunkan kasus kekerasan dalam rumah tangga, LPMK Kota Semarang mendorong terbentuknya JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) serta berperan aktif membantu pemerintah dalam penurunan angka Stunting dan kemiskinan ekstrim,” tandas Achmad Fuad.
Sementara itu ditempat terpisah, Edi Purnomo, salah satu anggota Forum LPMK Kota Semarang Bidang Seni Budaya dan Olah Raga menyampaikan program kerja yang menjadi agenda bidang seni budaya dan olah raga kedepannya, antara lain menggelar Kirab Budaya dengan konsep memecahkan rekor MURI dengan menggandeng warga Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia).
“Kedepan akan kita upayakan menggelar kegiatan rutin Cinta Budaya di Taman Indonesia Kaya sasaran anak-anak usia Sekolah Dasar, SMP, SMA dan umum. Serta Gelar Budaya dengan konsep pecahkan rekor MURI dengan melibatkan warga Permadani,” ucap Edi Purnomo yang juga Ketua LPMK Mijen dan Ketua Permadani Cabang Kec. Mijen, Semarang kepada metropos.id.
Adapun dibidang olah raga, pihaknya berencana menggelar turnamen bola volly putri untuk kelompok umur SMP dan SMA.
Senada Edi Purnomo, Rustamadjie yang membidangi Ekonomi memprogramkan kegiatan kemasyarakatan dengan mengusung pemberdayaan UMKM serta optimalisasi sumber-sumber pembiayaan dengan membangun kerjasama dengan CSR, dinas dan instansi lainnya.
“Selain pemberdayaan ekonomi melalui kerjasama CSR kita akan maksimalkan bagi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang wilayahnya berpotensi menjadi destinasi wisata bersinergi dengan Dinas Pariwisata,” ujar Rustamadjie yang juga Ketua Forum LPMK Kec. Candisari.
Disamping 2 program kerja yang dicanangkannya, dirinya bersama jajaran LPMK Kota Semarang akan menggelar pelatihan-pelatihan guna meningkatkan skill dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah limbah sampah rumah tangga menjadi prakarya yang mempunyai nilai ekonomi serta mendorong BKN yang ada di kelurahan kembali dimanfaatkan untuk masyarakat. (wib/red).












Komentar