oleh

Diduga Gelapkan Bantuan, Ratusan Warga Desa Silurah Geruduk Balai Desa

Ratusan warga saat dialog dengan Muspika (Ft Mit)

METROPOS.ID II Batang – Ratusan warga Desa Silurah, Kec. Wonotunggal, Kab. Batang, Sabtu (9/12/2023) geruduk balai desa setempat, mereka menuntut penuntasan kasus batuan sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diduga diselewangkan oknum perangkat, bantuan yang dikucurkan sejak Januari 2023 ini diduga tidak di terimakan semua kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Mereka membawa sejumlah poster, dalam dialog antara warga dan Kepala Desa yang di hadiri oknum perangkat yang diduga menyelewengkan dana BPNT tersebut.

Koordinator aksi, Beny S menuntut pengembalian semua buku rekening dan kartu ATM yang sampai saat ini masih di pegang oleh oknum perangkat yang bernama Warnoto.

“Kami menuntut pengembalian buku rekening dan kartu ATM yang sampai saat ini masih di pegang pak Warnoto, kami juga menanyakan adanya selisih uang yang diterima warga dengan hasil printout buku tabungan, kemena selisihnya dan akan di kembalikan kapan,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Ditambahkan oleh Beny, perangkat yang diduga menyelewengkan dana tersebut sudah mengudurkan diri.

“Pak Warnoto sudah membuat surat pengunduran diri dari jabatannya selaku perangkat namun kami masih menuntut agar uang milik warga di berikan sepenuhnya sesuai dengan hasil printout buku rekening,” tandasnya.

“Selama ini warga tidak mengetahui berapa besar bantun yang mereka terima karena baik buku tabungan dan kartu ATM di urusi oleh pak Warnoto,” jelas Beny.

Sejumlah warga yang lain juga menuntut perangkat lain yang diduga terlibat untuk mengundurkan diri.

Sementara itu Warnoto, saat dimintai konfirmasinya terkait hal ini mengaku siap mengganti semua uang warga yang dituduhnya di gelapkannya.

“Saya siap mengganti semua uang warga jika ada yang merasa dirugikan, dan karena desakan warga saya juga sudah mengundurkan diri dari jabatan saya, semoga kedepannya desa Silurah akan lebih kondusif,” ungkapnya.

Aksi ini juga di hadiri Kepala Desa setempat, Camat Wonotunggal, Danramil dan juga Kapolsek, ratusan polisi juga berjaga mengawal jalannya aksi warga, meski sempat memanas karena adu argumen antara warga dan pihak desa namun aksi berakhir dengan damai setelah dilakukan mediaasi oleh Kapolsek, Camat di bantu Danramil setempat, warga selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed