Ketua Pendowo Sewu Jateng, Mulyadi Kedek (berdiri ditengah kaos hitam lengan panjang) bersama jajaran pengurus saat Halal Bihalal di Semarang. (ft.had).
METROPOS.ID || Semarang – Bulan Syawal 1445 Hijriyah/2024 Masehi baru saja berlalu, dimana seluruh umat muslim di Indonesia merayakan hari penuh bahagia yaitu hari Raya Idul Fitri. Hari kemenangan bagi umat muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan. Dan saatnya hari berbahagia, berkumpul bersama keluarga, orang tua, dan tetangga saling berbagi bahagia, saling berma’afan eratkan jalinan persaudaraan.
Meski bulan Syawal telah berlalu, tak menghalangi seseorang untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan antara sesama. Demikian halnya Paguyuban Pendowo Sewu Jateng (Jawa Tengah), Senin, (13/5/2024) malam gelar acara silaturahmi bertemakan Halal Bihalal di Tectona Cafe & Resto di Jl. Slamet No.8, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang.
Paguyuban Pendowo Sewu didirikan mempunyai tujuan mulia yaitu upaya membangun kepedulian sosial, menebar kebaikan sesama anggota dan juga kepada masyarakat pada umumnya.
“Pendowo Sewu berdiri untuk visi dan misi kemanusiaan, selalu berusaha menebar kebaikan dimanapun kita berada,” ucap Mulyadi Kedek, Ketua sekaligus pendiri Paguyuban Pendowo Sewu.
Dijelaskan Mul Kedek, penamaan Pendowo Sewu meneladani tokoh dalam dunia pewayangan yang sarat dengan tokoh-tokoh kesatria didalamnya yang tidak asing dikenal dengan nama Pendowo.
Sewu sendiri oleh Mul Kedek panggilan akrab Ketua Pendowo Sewu ini dimaknai sebagai bilangan angka seribu sebagai perwujudan sikap para kesatria menebar seribu kabajikan atau kebaikan.
Ditegaskan Mul Kedek, Pendowo Sewu merupakan paguyuban lintas sektor yang bersifat independen dimana para anggotanya terdiri dari berbagai lintas profesi, lintas ormas, lintas parpol, lintas agama dan lintas suku dengan tujuan yang sama yaitu berusaha selalu tebar kebaikan.
Lebih lanjut dijelaskan Mul Kedek, Pendowo Sewu didirikan dalam rangka mewadahi berbagai macam karakter dan individu yang berbeda-beda. Dan dengan wadah Pendowo Sewu diharapkan sifat individualisme dapat disatukan menjadi sebuah kekuatan membangun sikap kegotongroyongan, kepedulian akan sesama serta menumbuhkan budaya saling tolong menolong dan berbagi kebahagiaan bersama dengan konsep tebar kebaikan.
“Kalo kita nggak ada wadah untuk menebar kebaikan itu kadang-kadang teman itu menjadi seenaknya sendiri mas, Jadi kenapa saya mendirikan paguyuban ini, biar ada wadah untuk kita bersama-sama melangkah demi sukses dan indahnya tolong menolong, saling bantu membantu satu dengan lainnya,” tuturnya.
Dicontohkan Mul Kedek, saat banjir melanda Kota Semarang beberapa waktu lalu, Pendowo Sewu turut menyalurkan bantuan dengan menggalang donasi dari para anggota. Juga disaat anggota ada yang sakit atau ditimpa kesusahan, dengan serta merta keluarga besar Pendowo Sewu hadir memberikan bantuan.
Hingga saat ini anggota Pendowo Sewu Jateng menunjukkan tren positif dengan semakin banyak yang bergabung dari beberapa wilayah kabupaten, antara lain, Kab. Banjarnegara (Dieng), Bumiayu, Brebes, Sragen, Klaten, Solo, Temanggung, Demak, Ungaran dan Kota Semarang.
Ditanya metropos.id terkait tahun politik dengan akan berlangsungnya Pilkada serentak 2024, Mul Kedek dengan tegas mengatakan, Pendowo Sewu netral dan independen tak akan memihak salah satu partai manapun.
“Dari awal sudah saya tekankan konsisten tidak akan berpolitik dan tetep independen tidak akan mendukung parpol manapun. Tapi kalo ada anggota Pendowo Sewu yang mencalonkan diri menjadi anggota dewan, bupati maupun wali kota kita siap dukung. Kalo itu anggota kita, kita dukung. Tapi kalo diluar anggota, kita tidak akan berpolitik dan kita tidak akan mau. Kita konsisten,” tegasnya.
Dengan Halal Bihalal perdana yang digelar Pendowo Sewu Jateng ini, Mulyadi Kedek berharap segenap anggota Pendowo Sewu senantiasa tebar kebaikan, saling tolong menolong sesuai tujuan didirikannya Paguyuban Pendowo Sewu. (had/red).











Komentar