oleh

Anggota DPRD Sesalkan Terbitnya Kartu KKS Jelang Pencoblosan Pilkada Kebumen 2024

Ribuan KKS yang diterbitkan jelang Pilkada Kebumen (ft ist)

METROPOS.ID II KEBUMEN – Hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab. Kebumen Jawa Tengah (Jateng) semakin terasa panas namun sedikit terkendali, ini bisa di pahami karena setiap pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati tentu menginginkan kemenangan.

Tetapi sangat di sayangkan, Upaya kemenangan ini di warnai dengan dugaan adanya upaya kecurangan yang dilakukan dengan sistematis dan massif.

Salah satu contohnya adalah munculnya KKS atau Kartu Kebumen Sejahtera.

Menyikapi permasalahan tersebut Ketua DPC LPKSM Kresna Cakra Nusantara Kab. Kebumen Sugiyono bersama Tim segera ambil sikap dan melakukan klarifikasi serta melakukan konfirmasi kepada OPD, Baik Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), maupun BPJS Kab. Kebumen pada Selasa, (26/11/2024).

Kepada Awak Media Sugiyono menyampaikan bahwa Terbitnya kartu KKS yang diduga jumlahnya mencapai ribuan lembar tersebut, diduga merupakan program tipu – tipu yang berasal dari oknum tim sukses salah satu Pasangan Calon Bupati untuk mendulang suara.

“Atas beredarnya kartu KKS yang di cetak dan di bagikan ke masyarakat Kab. Kebumen, diduga merupakan program tipu-tipu untuk mendongkrak mendulang suara salah satu Calon Bupati Kebumen, sungguh sangat kami sayangkan, masyarakat janganlah selalu di jadikan tumbal politik, hasil klarifikasi tim investigasi LPKSM Kresna Cakra Nusantara Kab. Kebumen, baik Dinsos, Dinkes maupun BPJS jelas, bahwa semuanya tidak tahu dan tidak paham tentang KKS tersebut,” ujarnya.

Saat ditemui di ruang kerjanya ternyata benar baik Dinsos, Dinkes maupun pihak BPJS mengaku tidak mengetahui terkait terbitnya KKS tersebut dan tidak pernah merekomendasikan penerima KKS yang baru–baru ini dibagikan menjelang Pencoblosan Pilkada Kebumen 2024, bahkan di hari tenang.

“Kami tidak menerbitkan dan kami kerjasamanya dengan Kab. Kebumen dalam sekema JKN KIS dan kartunya jelas,” kata Mujiatin Kepala Cabang BPJS Kab. Kebumen, di ruang rapat Kantornya, Selasa, (26/11/2024) Sore.

Hal senada diungkapkan oleh Liftyawati Anggraeni SE. Kabid Linjamsos Dinsos Kab. Kebumen, saat dikonfirmasi Tim di ruang rapat Kantornya mengaku tidak merekomendasikan terbitnya Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut.

“Berdasar sample 4 kartu KIS yang sudah kami cek sejak Januari sampai November 2024 ternyata tidak masuk dalam rekomendasi kami,” ungkap Liftyawati, Selasa (26/11/2024) Sore.

Menanggapi hal tersebut salah satu anggota DPRD Kab Kebumen dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang sekaligus Ketua Komisi B, Saiful Anwar SSy menyampaikan, bahwa DPRD tidak pernah melakukan pembahasan terkait dengan KKS. Untuk itu Gus Epul panggilan akrabnya, meminta untuk BPJS melakukan klarifikasi berkaitan kemelut hal tersebut, agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat. Karena salah satunya KKS, yang konon diduga berisi tentang KIS, atau biasa di sebut kartu BPJS. Apalagi Kab. Kebumen baru saja Universal Health Coverage (UHC).

“Kami prihatin dan sangat menyayangkan hal tersebut. Selepas Pilkada saya berharap DPRD bisa mengambil sikap terhadap hal ini. Bila perlu di bentuk Pansus Kartu Kebumen Sejahtera,” ujar Saiful saat dikonfirmasi Awak Media melalui saluran WhatsApp pribadinya. Selasa, (26/11/2024). (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed