Foto : Tim gabungan tanggap bencana longsor di Kec. Petungkriyono kembali menemukan korban longsor. (ft.hms).
METROPOS.ID || KAB. PEKALONGAN – Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kec. Petungkriyono, Kab. Pekalongan menelan banyak korban jiwa. Sedikitnya sampai dengan saat ini, Sabtu (25/1/2025) berdasarkan data dari posko penanganan bencana di Petungkriyono, total sudah 25 korban meninggal dunia yang telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan.
Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, SH. mengatakan hari ini, Sabtu (25/1/2025), petugas gabungan kembali menemukan 2 korban longsor.
“Sehingga korban yang ditemukan sampai saat ini sebanyak 25 korban dalam keadaan meninggal,” kata Suwarti, S.H.
Berdasarkan keterangannya, kedua korban yang ditemukan teridentifikasi atas nama TH warga Denasri Kulon, Kab. Batang dan MN warga Kec. Buaran, Kab. Pekalongan. Kedua korban ditemukan dalam satu titik bersebelahan yang berlokasi di lokasi longsoran Kafe Allo.
“Titik lokasi kedua korban sebenarnya sudah ditemukan pada Jumat (24/01/2025), namun karena posisinya terhimpit batu dan cuaca juga mulai hujan, maka evakuasi jenazah dilakukan hari ini,” terangnya.
Selain pencarian korban yang terus dilakukan, Suwarti mengungkapkan, petugas juga melakukan pembukaan akses jalur yang dibantu oleh alat berat.
“Jalur jalan menuju Kec. Petungkriyono terputus dan hanya sampai di Dukuh Tembelan Desa Kayupuring, sedangkan ke arah Desa Kasimpar maupun pusat Kec. Petungkriyono belum bisa diakses, jalur jalan yang bisa dilalui melalui Jalur Wanayasa, Kab. Banjarnegara,” pungkasnya.(her/red).











Komentar