oleh

Wacanakan Wisata Agro Kopi, Petani Tenogo Dapat Pelatihan

Foto : Peserta pelatihan saat melakukan praktek penyambungan pohon kopi.(ft.mit).

METROPOS.ID || KAB. PEKALONGAN – Guna mendukung rencana Wisata Agro, Wisata Kopi di Desa Tenogo, Kec. Peninggaran, Rabu (12/2/2025) puluhan petani kopi dan ketua kelompok tani mendapatkan pelatihan cara menyambung pohon kopi supaya hasilnya lebih banyak kuantitasnya serta kualitasnya lebih meningkat.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Tenogo, Agus Susilo, saat ditemui awak media di lokasi pelatihan Dusun Bumirasa.

“Hari ini ada sekitar 30 petani kopi di desa kami yang mendapatkan pelatihan cara menyambung pohon kopi yang baik dan benar. Penyambungan pohon kopi ini di maksudkan agar pohonnya tidak terlalu tinggi dan hasilnya lebih meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.

“Dalam hal ini kami bekerjasama dengan Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Dinas Pertanian Kab. Pekalongan. Dan di kebun kopi ini kami langsung praktek lapangan setelah tadi para peserta mendapatkan pelatihan teori serta mendapatkan bantuan alat dan sarana pendukung untuk melakukan penyambungan. Selain bantuan alat dan ATK peserta juga mendapatkan uang saku,” imbuhnya.

Masih menurut Agus yang juga ketua Paguyuban Kades Kec. Paninggaran.

“ini merupakan salah satu pendukung untuk agro wisata kopi di desa kami, jadi nanti rencananya setelah berwisata menggunakan Jeep dan mengunjungi wisata lainnya mereka juga akan kami suguhkan cara meramu dan menyajikan kopi serta menikmati kopi itu langsung di kebun kopi,” paparnya.

Dijelaskan oleh Agus, untuk luasan area perkebunan kopi di desanya ada sekitar 600 hektar, namun tidak satu lokasi.

“Untuk lahan kebun kopi ada yang di lahan milik warga dan ada juga yang menempati lahan milik perhutani. Jenis kopi yang ditanam yakni Robusta. Jadi kedepan Argo Wisata Kopi itu tidak hanya menikmati kopinya namun pengunjung juga di suguhkan cara memanen kopi, dalam hal ini memetik dan memilih buah yang matang, mengolahnya sampai bisa di nikmati menjadi minuman,” imbuhnya.(mit/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed