Foto : Salah satu hotel di Kota Pekalongan.
METROPOS.ID || KOTA PEKALONGAN – Perayaan Nisfu Sya’ban membawa dampak signifikan bagi industri perhotelan dan kuliner di Kota Pekalongan. Selama momen ini, terjadi peningkatan okupansi hotel serta kunjungan ke berbagai tempat makan secara drastis.
Penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pekalongan, Cucut Suranto, menyampaikan hal ini dalam wawancara melalui telepon baru-baru ini, Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, selama perayaan ini, tingkat hunian hotel mengalami lonjakan yang signifikan. Pada hari pertama perayaan, seluruh kamar hotel berbintang maupun non-bintang terisi penuh, dan tingkat okupansi tetap tinggi hingga hari berikutnya,” ujarnya.
Cucut menambahkan bahwa jumlah kamar hotel berbintang di Kota Pekalongan mencapai sekitar 1.100 kamar yang semuanya terisi, sedangkan untuk hotel non-bintang yang memiliki sekitar 500 kamar, tingkat okupansi hampir mencapai kapasitas penuh.
Tak hanya industri perhotelan, sektor kuliner juga mengalami peningkatan pengunjung. Wisatawan dan peziarah yang datang ke kota ini tidak hanya menginap, tetapi juga menikmati berbagai hidangan khas seperti soto tauto dan megono.
“Kota Pekalongan memiliki daya tarik tersendiri dalam bidang kuliner. Banyak tamu menyempatkan diri mencicipi makanan khas, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Fenomena ini terjadi setiap tahun, mengukuhkan Kota Pekalongan sebagai destinasi wisata religi yang berkembang pesat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha perhotelan, dan sektor kuliner agar pertumbuhan ini terus berkelanjutan.
Dengan tren positif yang terus meningkat, Kota Pekalongan diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi dengan pengalaman kuliner yang khas, yang pada akhirnya memberikan kontribusi besar bagi perekonomian lokal.(her/mit/red).











Komentar