Foto : Gedung DPRD Kota Bekasi.(ft.her).
METROPOS.ID || KOTA BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., di laporkan ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) akibat pernyataannya yang di nilai merendahkan martabat dan profesi wartawan. Laporan tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen.
Konflik ini berawal saat wartawan menanyakan kebijakan tunjangan perumahan bagi pimpinan DPRD Kota Bekasi yang nilainya mencapai Rp53 juta per bulan. Alih-alih memberikan klarifikasi substansial, Sardi di sebutkan menanggapi dengan menyoroti anggaran advertorial atau kerjasama yang di usulkan untuk media.
“Di tanya soal anggaran perumahan, kok malah jawabnya sambil tertawa, lalu menyinggung soal anggaran advertorial wartawan yang akan di bahas, Ini tidak nyambung. Wartawan memiliki fungsi kontrol sosial, masa di kait-kaitkan dengan advertorial media?” ujar Helen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/9/2025).
Helen menyatakan kekecewaannya mendengar pernyataan yang telah viral di medsos (media sosial) tersebut.
Menurutnya, ucapan tersebut tidak pantas, terlebih di sampaikan oleh seorang pimpinan lembaga legislatif di momen ketika publik sedang sensitif terhadap isu tunjangan pejabat.
“Tidak ada itikad baik dari anggota dewan itu. Saya akan melaporkannya ke Badan Kehormatan Dewan,” tegas Helen.
Lebih lanjut, Helen membantah keras tuduhan yang menyamakan fungsi jurnalistik dengan mekanisme advertorial.
Ia menegaskan bahwa wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan memenuhi hak masyarakat atas informasi.
“Advertorial adalah kerja sama institusional antara 2 pihak. Jika menuduh wartawan dapat tunjangan dari advertorial, sebutkan dengan jelas siapa wartawan dan medianya. Jangan asal bicara seenaknya,” tegasnya.
Helen menilai, kegaduhan justru seringkali dipicu oleh sikap arogan segelintir pejabat publik.
Ia meminta Sardi Efendi untuk segera meminta maaf dan memberikan klarifikasi kepada seluruh wartawan di Kota Bekasi.
“Ucapan sembrono hanya mempermalukan diri sendiri dan lembaga. Hormati kerja wartawan, karena tanpa pers yang bebas, demokrasi akan pincang. Ini bukan provokasi, tapi upaya menjaga marwah wartawan,” pungkasnya.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada pernyataan resmi balasan dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, menanggapi laporan dan kecaman tersebut.(her/red).











Komentar