Foto : Foto bersama peserta uji Tahfidzul Qur’an Angkatan VI SMP Ihsaniyah Tegal di Lapangan Futsal SMP Ihsaniyah Tegal.(ft.hms).
METROPOS.ID || TEGAL – Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, mengusulkan agar kelulusan uji tahfidz Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai salah satu jalur prestasi dalam penerimaan peserta didik ke jenjang pendidikan berikutnya.
Menurutnya, prestasi di bidang keagamaan perlu mendapat pengakuan yang setara dengan capaian di bidang akademik, olahraga, maupun seni.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal yang akrab disapa Mba Iin saat menghadiri kegiatan Uji Tahfidzul Qur’an Angkatan VI SMP Ihsaniyah Tegal, Selasa (3/1/2026), di Lapangan Futsal SMP Ihsaniyah Tegal.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 98 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti uji tahfidz dengan target hafalan mulai dari 1 juz hingga 10 juz.
Proses pengujian dilakukan oleh 11 penguji. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal.
Mba Iin menegaskan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta kedisiplinan tinggi, baik dari siswa maupun dukungan lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, ia menilai sudah sepatutnya capaian tahfidz mendapatkan apresiasi yang nyata dalam sistem pendidikan.
“Pemkot Tegal berkomitmen mendukung pendidikan yang menanamkan nilai keimanan dan akhlak sejak dini. Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta jati diri anak,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an membantu anak mengenal ajaran agama secara utuh dan penuh kecintaan, bukan karena paksaan. Nilai-nilai tersebut akan menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah berbagai pengaruh lingkungan.
“Menghafal Al-Qur’an adalah investasi ilmu yang tidak akan merugikan. Mboten wonten rugine,” tutur Mba Iin.
Ia juga mengapresiasi konsistensi SMP Ihsaniyah Tegal yang terus menjalankan program tahfidz hingga angkatan keenam.
“Ini merupakan ikhtiar mulia dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan berakhlak Qur’ani,” katanya.
Program Tahfidzul Qur’an di SMP Ihsaniyah Tegal merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kemenag Kota Tegal, serta Jami’yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH).
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, menyampaikan apresiasi atas keberlangsungan program tahfidz yang di nilainya memiliki dampak positif jangka panjang.
“Program ini patut kita syukuri dan apresiasi. Kebijakan seperti ini memberi manfaat besar sekaligus menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Kasiman menambahkan bahwa pembekalan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Yang terpenting, anak-anak telah dibekali nilai luhur Al-Qur’an dan mampu membacanya dengan baik. Semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak saleh yang dapat mendoakan kedua orang tuanya,” tuturnya.
Ia berharap program tahfidzul Qur’an terus diperkuat dan dikembangkan agar mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah dan berkualitas. (her/red).











Komentar