METROPOS.ID II GROBOGAN – Hingga akhir bulan Maret 2026 setidaknya ada 24 kasus suspek campak yang ditemukan oleh di Dinkes (Dinas Kesehatan) Kab. Grobogan, Jawa Tengah, antara lain di Kec. Gubug ada 5 kasus, Kec. Gabus ada 3 kasus, Karangrayung ada 3 kasus dan sisanya masing – masing tersebar disejumlah kecamatan yang ada di Kab. Grobogan.
Menanggapi hal tersebut, belum lama ini Sri Hadi Nugroho selaku Kabid P2P (Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Kab. Grobogan mengungkapkan bahwa seluruh kasus yang ditemukan telah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE), karena guna mengetahui kemungkinan sumber penularan sekaligus memastikan penanganan pasien.
“Penanganan berupa pengobatan dan pemberian vitamin kepada pasien sudah dilakukan,” ungkapnya.
Seluruh kasus tersebut kata Kabid P2P saat ini masih berstatus pending, karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium final untuk memastikan positif kasus campak atau tidak.
Pihaknya juga menyampaikan, paling banyak terpapar adalah kelompok usia balita atau anak usia 0 hingga 5 tahun. Namun begitu pada anak usia sekolah hingga orang dewasa dengan usia tertinggi sekitar 36 tahun juga terpapar.
”Mayoritas pasien mengalami gejala klinis seperti demam yang disertai batuk dan pilek,” ujarnya.
Bukan itu saja, sebagian penderita juga mengalami mata merah serta muncul ruam pada kulit. Kombinasi gejala tersebut mengarah kuat pada dugaan penyakit campak maupun rubella terlebih pasien juga mengalami komplikasi seperti yang paling sering adalah diare.
Sedangkan keluhan lainnya yakni sariawan dan pneumonia yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Penanganan pasien menurut Sri Hadi dilakukan sesuai kondisi masing-masing, seperti perawatan di rumah sakit atau cukup rawat jalan dengan pemantauan tenaga kesehatan.
Selain itu masih ditemukannya pasien dengan status imunisasi yang tidak diketahui atau belum lengkap menjadi salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Untuk itu pastikan anak – anak dapat diimunisasi lengkap, dan himbauan ini terus kami lakukan,” pintanya.
Diakhir, apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, mata merah dan ruam pada kulit, agar secepatnya masyarakat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. (red).









Komentar