Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo saat mendampingi Wamen Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus dan anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto saat meninjau pemeriksaan kesehatan. (ft doc).
METROPOS.ID II GROBOGAN – Banyaknya kasus warga Kab. Grobogan yang terdeteksi mengidap penyakit TBC, maka akan dilakukan penanganan pengobatan pencegahanya kepada keluarga terdekat agar tidak menular dengan melakukan pemeriksaan screening kesehatan dan hingga saat ini warga Kab. Grobogan terdeteksi mengidap penyakit TBC sekitar 2.488 orang.
Menyikapi hal tersebut Wabup (Wakil Bupati) Grobogan Sugeng Prasetyo menyampaikan, dengan melakukan pemeriksaan kepada keluarga besar atau terdekat dari yang menderita TBC.adalah salah satu upaya pencegahan, sehingga dengan banyaknya kasus tersebut maka dalam setahun bisa dilakukan pemeriksaan lebih dari 10 ribu.
“Warga agar bisa diobati secara dini dan tidak tertular, harus dilakukan pemeriksaan awal,” ujar Sugeng.
Untuk itu diperlukan alat X-ray agar bisa mendeteksi penyakit gejala TBC. Kemudian diberikan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan. Adanya alat Xray ini menjadikan deteksi dini terhadap TBC lebih mudah.
”Guna memudahkan pemeriksaan diperlukan alat portable X-ray. Insyallah tahun ini Grobogan dapat 3 alat dan akan ditempatkan di Puskesmas dan Kecamatan saat pemeriksaan screening,” lanjutnya.
Sementara itu Sugeng sempat mencoba langsung alat portable tersebut, guna melihat fungsi dan kegunaanya. Dan tidak butuh tempat khusus. Hanya ruangan untuk tempat sinar dan peralatan komputer. Setelah dilakukan sinar X-ray. Maka beberapa menit hasilnya langsung keluar.
”Saya sudah mencoba dan hasilnya bagus kesehatan saya baik semua. Hasilnya langsug keluar seketika,” lanjutnya.
Untuk itu Pemkab Grobogan bergerak cepat dengan menggelar tracing massal terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien, agar kasus Tuberkulosis di Kab. Grobogan tidak meluas.
Guna memutus rantai penularan, ribuan orang telah menjalani pemeriksaan yang dipusatkan di Puskesmas Godong I, yang menjadi lokasi pelaksanaan skrining intensif. Sejak pagi, warga berdatangan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari wawancara medis hingga pemeriksaan lanjutan menggunakan X-ray.
Adapun program ini merupakan bagian dari percepatan penanggulangan TBC melalui deteksi dini. Selain skrining, warga yang terindikasi berisiko juga langsung mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) guna menekan kemungkinan berkembangnya penyakit.
Menariknya, kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah mengintegrasikannya dengan layanan cek kesehatan gratis, sehingga masyarakat bisa memperoleh pemeriksaan menyeluruh tanpa biaya.
Langkah ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Wamen (Wakil Menteri) Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, turun ke lapangan bersama anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Keduanya meninjau proses tracing, mulai dari alur pemeriksaan hingga distribusi obat bagi warga.
Hal ini guna memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran. Pemerintah pusat menilai Grobogan menjadi salah satu daerah yang serius dalam upaya percepatan penanganan TBC. (red)








Komentar