Saat aksi demo dikawal ketat petugas. (ft kmit).
METROPOS.ID || KAJEN — Aksi unras (unjuk rasa) yang digelar GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pekalongan Raya) di depan Kantor Bupati Kab. Pekalongan berlangsung kondusif dan penuh humanis.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H Sukirman, turun langsung menemui para pendemo untuk mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Dalam suasana yang tetap tertib, masyarakat menyuarakan sejumlah tuntutan. Pemkab. Pekalongan pun merespons dengan pendekatan humanis dan terbuka terhadap kritik yang disampaikan.
Plt Bupati H Sukirman menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan Pemda tidak anti kritik dan siap menjadikan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi bersama.
“Kami menerima semua aspirasi dengan terbuka. Diantaranya 4 desa yang bermasalah, antara lain, Desa Randumuktiwaren, Pegaden, Sembungjambu dan Desa Watusalam demi kemajuan Kabupaten Pekalongan,” ujarnya dihadapan peserta aksi.
Sebagai bentuk keseriusan, Plt Bupati juga menandatangani kesepakatan bersama terkait beberapa poin tuntutan masyarakat yang ditargetkan. Langkah ini menjadi bentuk komitmen Pemda dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Aksi demonstrasi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan dan komunikasi yang baik antara peserta aksi dengan Pemda. Sejumlah mahasiswa mengapresiasi sikap terbuka Plt Bupati yang bersedia berdialog langsung tanpa sekat.
Momentum tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai, sementara pemerintah hadir untuk mendengar serta mencari solusi bersama demi kepentingan masyarakat luas.(kmit/red).










Komentar