Kebakaran dilahan tebu siap panen diDesa Gandarum.(ft kmit).
METROPOS.ID || KAJEN – Kebakaran melanda lahan tebu siap panen di Dukuh Buaran, Desa Gandarum, Kec. Kajen, Kab. Pekalongan, Sabtu (18/7/2026) siang. Api yang diduga berasal dari puntung rokok menghanguskan sekitar satu hektare tanaman tebu dan menyebabkan kerugian material mencapai sekitar Rp. 10 juta.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat sejumlah buruh tengah melakukan penebangan tebu milik Hj. Endang (60), warga Kec. Margoyoso, Kab. Pati, di lahan kontrak yang berada di tanah bengkok Desa Gandarum.
Mandor tebang tebu, Khadil (40), mengatakan dirinya bersama para pekerja sedang melakukan aktivitas penebangan di sisi selatan kebun. Saat itu mereka melihat kobaran api muncul di bagian utara lahan yang sebelumnya telah selesai ditebang.
Api diketahui membakar tumpukan daun tebu kering yang berserakan di lokasi. Para pekerja sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke tanaman tebu yang masih berdiri.
Melihat kondisi tersebut, para pekerja segera menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Kajen serta Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Pekalongan.
Menerima laporan, personel Polsek Kajen langsung menuju lokasi bersama 2 unit mobil pemadam kebakaran Kab. Pekalongan. Dibantu warga sekitar, petugas berjibaku memadamkan api selama kurang lebih satu setengah jam hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WIB.
Hasil olah TKP menunjukkan kebakaran terjadi di lahan tebu seluas sekitar 7 hektar yang baru mulai dipanen pada hari yang sama. Dari luas tersebut, sekitar satu hektar tanaman tebu siap panen terdampak kebakaran sehingga nilai jual hasil panen diperkirakan turun hingga 50 persen.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi, api pertama kali muncul dari tumpukan daun tebu kering di area yang telah ditebang di sisi utara kebun, tepat di dekat jalan penghubung Desa Pekiringan Alit dan Desa Gandarum.
Kapolsek Kajen Iptu Teguh Subiyantoro saat dikonfirmasi mengatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh pengguna jalan.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, api diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang secara tidak sengaja oleh pengguna jalan di sekitar lokasi. Puntung tersebut kemudian menyulut daun-daun tebu kering hingga api cepat membesar karena kondisi angin yang cukup kencang,” kata dia.
Meski menimbulkan kerugian material sekitar Rp. 10 juta akibat rusaknya tanaman tebu siap panen, kebakaran tersebut dipastikan tidak mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka.
Iptu Teguh juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di kawasan perkebunan pada musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area perkebunan maupun lahan kering yang mudah terbakar. Kepedulian terhadap hal-hal kecil seperti ini sangat penting untuk mencegah kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak,” pungkasnya.(kmit/red).











Komentar