METROPOS.ID, BOYOLALI – Sawah tadah hujan di sejumlah wilayah Boyolali Utara tetap ditanami walau saat ini tengah musim kemarau. Hanya, tanaman yang dipilih bukan lagi padi, melainkan pohon pisang. Kelompok Tani Pisang Tlutuh Nusantara Makmur, Ds. Pranggong, Kec. Andong, mengubah lahan tandus yang kurang produktif menjadi lahan budi daya pisang.
Menurut Ketua Kelompok Tani Pisang Tlutuh Nusantara Makmur, Sukir mengatakan bersama Pemdes Pranggong mencoba memanfaatkan lahan tanah kas desa seluas 1 hektare untuk menanam pisang agar lebih produktif. Setidaknya tak kurang 1.200 pohon pisang ditanam dilahan tandus desa setempat.
“Kurang lebih ada 1.200 pohon pisang yang ditanam, dalam kurun waktu 2 pekan. Ada beberapa jenis pisang,” ujar Sukir, Minggu (2/8/2020).
Menurutnya, lahan tersebut belum lama dimanfaatkan sebagai kebun pisang. Baru sekitar 2 pekan terakhir, sebelumnya ditanami jagung dan tanaman lain. Namun, cenderung kurang produktif karena kurang asupan air. Untuk itu para petani berupaya memanfaatkan lahan tersebut guna menanam pisang yang tidak begitu banyak membutuhkan air seperti tanaman padi.
Dikatakan lebih lanjut, pilihan tersebut karena menyesuaikan dengan karakteristik sawah tadah hujan. Bahwa saban musim kemarau, sawah tersebut minim pengairan, sehingga dipandang lebih baik ditanami pisang dipilih karena dinilai lebih bisa menghasilkan dibanding tanaman lain.
“Pisang itu tidak membutuhkan terlalu banyak kandungan air, sehingga untuk musim kemarau ini lebih difungsikan untuk pisang. Kalau ditanami padi pada musim kemarau inikan ada serangan hama tikus, sehingga pisang jadi alternatif utama,” katanya.
Sementara itu, Kades Pranggong, Wagimin mengungkapkan lahan yang dimanfaatkan untuk penanaman pisang tersebut adalah lahan tanah kas desa seluas 1 hektare.Dengan kondisi yang kurang produktif dan tandus, lahan tersebut juga tidak laku untuk disewakan.
“Jadi, kami dari Pemdes bekerja sama dengan Kelompok Tani Pisang Tlutuh Nusantara Makmur, menanam 1.200 pohon pisang dari beragam jenis,” ungkap Wagimin.
Bibit pisang yang ditanam pun beragam, mulai dari jenis Cavendish, jenis Raja Bulu, jenis Kawisto, jenis ambon kuning Karanganyar dan jenis kepok pipit kuning. Penanaman pisang tersebut diharapkan bisa menjadi inovasi baru yang meningkatkan kesejahteraan petani di Boyolali khususnya Ds. Pranggong.
“Kami berharap Ds. Pranggong nantinya sebagai desa penghasilan buah pisang,” harapnya.
Selain itu, kata Wagimin, pola penanaman pohon pisang itu merupakan langkah agar para petani tidak bergantung pada tanaman padi saja.
Wagimin menambahkan, rencana kedepan, selain pohon pisang, di lokasi tersebut para petani akan menanam labu kuning, di lokasi tersebut para petani akan menanam sayuran sebagai tanaman tumpangsari.
“Menanam Labu Kuning sebagai tanaman tumpangsari disini dengan harapan tanah tadah hujan bisa tetap produktif meski di saat musim kemarau,” tandasnya. (Mul/Red).












Komentar